Tito Calon Tunggal Kapolri, Kenapa Tak Akan Ada Gejolak?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya, Irjen Moechgiyarto (kanan), melakukan salam komando dengan mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian, usai mengikuti upacara serah terima jabatan di Mabes Polri, Jakarta, 21 Maret 2016. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti melantik Irjen Pol Moechgiyarto sebagai Kapolda Metro Jaya. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Kapolda Metro Jaya, Irjen Moechgiyarto (kanan), melakukan salam komando dengan mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian, usai mengikuti upacara serah terima jabatan di Mabes Polri, Jakarta, 21 Maret 2016. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti melantik Irjen Pol Moechgiyarto sebagai Kapolda Metro Jaya. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menilai calon Kepala Polri tunggal Komisaris Jenderal Tito Karnavian sangat mapan memimpin kepolisian. Alasannya, Tito memiliki segudang prestasi, terutama di bidang terorisme dan reserse.

    "Kami berharap Tito bisa membawa perubahan di kepolisian, meningkatkan pelayanan masyarakat, dan meningkatkan profesionalisme Polri," kata Edi melalui pesan pendek, Rabu, 15 Juni 2016.

    Meski usianya masih sangat muda, kata Edi, usulan menjadikan Tito sebagai calon Kapolri tidak akan menimbulkan konflik di internal Polri. Sebab, menurut dia, Tito merupakan sosok yang pintar membawa diri dengan sangat baik di kalangan senior maupun junior Polri.

    "Ini seperti Kapolri Badrodin Haiti yang merupakan angkatan 1982, tapi banyak anak buahnya dari lulusan Akpol 1981," ujarnya.

    Pengamat politik, Hermawan Sulistyo, sependapat dengan Edi. Menurut dia, Polri tidak akan mempermasalahkan usia Tito yang lebih muda dibanding delapan jenderal bintang tiga lainnya. "Yang ribet itu orang luar. Internal Polri sendiri tidak ada masalah," ujarnya. "Sekarang diputuskan, besok semua gerbongnya (anggota Polri) ikut."

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin mengumumkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Tito Karnavian menjadi calon tunggal yang diajukan Presiden Joko Widodo kepada DPR.

    Karier lulusan Akademi Kepolisian pada 1987 itu meroket sejak prestasinya mengungkap jaringan terorisme. Salah satu prestasi doktor lulusan Nanyang Technological University pada November 2005 ini adalah saat dia berhasil menumpas komplotan teroris Doktor Azhari di Malang. Masa pensiun Tito masih sangat panjang, yakni pada Oktober 2022.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Baca juga:
    Prancis, Jerman atau…: Ini Rahasia Penentu Juara Euro 2016
    Euro, Copa, Dominasi Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.