Urbanisasi Indonesia Lebih Cepat Dibanding Negara Lain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemukiman kumuh di bantaran rel Tanah Tinggi, Jakarta (13/3). Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menjanjikan kota tanpa permukiman kumuh pada 2020. Program tersebut termasuk salah satu prioritas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) hingga 2025. TEMPO/Subekti

    Pemukiman kumuh di bantaran rel Tanah Tinggi, Jakarta (13/3). Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menjanjikan kota tanpa permukiman kumuh pada 2020. Program tersebut termasuk salah satu prioritas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) hingga 2025. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - World Bank Country Director for Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan Indonesia perlu bertransformasi karena 4 persen populasi negara ini berpindah dalam lima dekade terakhir.

    "Lebih cepat dibanding India dan Tiongkok," katanya saat ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Selasa 14 Juni 2016.

    Rodrigo melanjutkan, Indonesia mengalami pergerakan penduduk yang sangat besar. Namun masih banyak penduduk yang tak memiliki akses air bersih. Ini merupakan ciri perkotaan yang perencanaannya kurang baik. Karena itu, perlu ada investasi yang lebih besar di bidang infrastruktur.

    Rodrigo meminta Kementerian PU-Perumahan Rakyat memecahkan masalah perkotaan dan urbanisasi dengan solusi yang berkelanjutan. Lalu, Kementerian ini menurut dia harus memikirkan peran penting mengkonsolidasikan urbanisasi nasional.

    Rodrigo senang Presiden Joko Widodo mengalokasikan banyak anggaran untuk pembangunan infrastruktur. Hal ini, menurut dia, menumbuhkan optimisme bahwa masa depan Indonesia tak akan terpusat di kota-kota besar saja.

    Rodrigo juga mengungkapkan, sejak 1970-2012, setiap pertumbuhan 1 persen urbanisasi berkorelasi dengan pertumbuhan PDB per kapita terhadap sebuah negara.

    Jika 1 persen urbanisasi berkorelasi dengan 13 persen pertumbuhan PDB per kapita di India, PDB per kapita di Indonesia hanya 4 persen. "Indonesia hanya menikmati sebagian kecil dari potensi manfaat kota."

    Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yvonne Baumann, mengatakan dana diberikan kepada Indonesia agar kota-kota besar tujuan urbanisasi di negara itu bisa menciptakan lapangan kerja baru, memiliki air bersih, sanitasi yang baik, pengolahan limbah yang baik, dan pengelolaan energi yang ramah lingkungan.

    Hal itu, menurut Yvonne, harus berkelanjutan. Ini merupakan tantangan tersendiri untuk memperbaiki kualitas. Ia berharap, dunia internasional bisa membantu dan multi donor trust fund ini diharapkan mendukung terlaksananya program pemerintah dengan baik.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.