Pencegahan Kasus Kekerasan terhadap Anak Masih Lemah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Vigilantcitizen.com

    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Vigilantcitizen.com

    TEMPO.COJakarta - National Director SOS Children's Villages Indonesia Gregorius Hadiyanto Nitihardjo mengatakan maraknya tindak kekerasan terhadap anak di Indonesia menunjukkan upaya perlindungan terhadap hak anak belum optimal. 

    "Pemenuhan hak anak sudah seharusnya menjadi fokus utama kita semua. Terlebih dengan banyaknya kasus kejahatan pada anak Indonesia saat ini yang mengindikasikan terabaikannya hak anak," ujar Gregorius ketika berkunjung ke kantor Tempo, Selasa, 14 Juni 2016.

    Berbagai kasus kekerasan seksual terhadap anak marak terjadi di Indonesia. Sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik adalah pemerkosaan dan pembunuhan terhadap YY di Bengkulu, kasus pemerkosaan anak usia 2 tahun 6 bulan di Bogor, hingga pemerkosaan puluhan anak di Kediri. 

    Menurut Gregorius, sebenarnya pemerintah Indonesia telah melakukan banyak hal, seperti mengkategorikan kejahatan seksual pada anak sebagai kejahatan luar biasa. Bahkan Presiden Joko Widodo menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) yang berisi hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Namun sebagian besar langkah itu masih berupa tindakan reaktif. Sedangkan upaya preventif dinilai belum optimal.

    Gregorius mengungkapkan bahwa sumber kekerasan terhadap anak justru berasal dari keluarga. Karena itu, sangat penting menanamkan pemahaman yang baik tentang perlindungan anak kepada setiap orang tua. Keluarga mesti didorong mampu menjadi keluarga yang sehat, melindungi, mengerti, dan mendukung tumbuh kembang anak. 

    Dalam mewujudkan perlindungan anak yang maksimal, semua pihak yang berkepentingan juga mesti dilibatkan. Selain orang tua, perlindungan anak yang baik harus didukung elemen masyarakat lain, termasuk lembaga-lembaga non-pemerintah. 

    "Untuk mewujudkan pemenuhan hak anak, diperlukan partisipasi dari semua pihak, baik anak-anak itu sendiri, keluarga, pemerintah, maupun organisasi non-pemerintah," ujar Gregorius. Anak-anak perlu dilibatkan sebagai aktor utama karena memiliki hak untuk terlibat dalam kebutuhan tumbuh kembang mereka. 

    AGUNG SEDAYU 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.