Ketika Jokowi Resah Soal Ahok, Ini Cerita Adian Napitupulu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak Presiden Joko Widodo meninjau Jakarta Smart City Lounge di Balai Kota, 29 Januari 2016. Hal ini dilakukan agar mampu memecahkan solusi dalam kekurangan infrastruktur. Ujar ahok saat diskusi dengan Jokowi. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak Presiden Joko Widodo meninjau Jakarta Smart City Lounge di Balai Kota, 29 Januari 2016. Hal ini dilakukan agar mampu memecahkan solusi dalam kekurangan infrastruktur. Ujar ahok saat diskusi dengan Jokowi. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo sesungguhnya galau dengan langkah Basuki Tjahaja Purnama, koleganya semasa menjadi Gubernur DKI Jakarta. Basuki atau Ahok, berniat maju dalam pemilihan Gubernur 2017 mendatang yang memilih maju lewat jalur perorangan, meski ada sejumlah partai yang sudah bersiap mencalonkannya. Jumlah suara yang dihimpun partai itu, lebih dari cukup untuk membuat Ahok maju.

    Cerita kegalauan Presiden Jokowi itu disampaikan Adian Napitupulu, aktivis 98 yang kini menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Adian menuturkan kegalauan hati Jokowi, saat menemani Presiden Jokowi melihat pameran 600 foto di Atrium Senen, yang digelar relawan Jokowi pada 1 Mei 2016 lalu.  "Saya diminta Pak Jokowi untuk bicara ke Ahok," kata Adian saat dikonfirmasi Tempo, di Jakarta, Selasa 14 Juni 2016. Adian bercerita tentang pertemuannya dengan presiden.

    Menurut Adian, saat melihat pameran foto itu, Adian mengaku mendiskusikan berbagai hal. Misalnya soal beberapa persoalan di Kementerian BUMN, hubungan antara DPR dengan mitra kerja yang kurang harmonis, sampai harga kebutuhan pokok di pasaran. Tiba-tiba Presiden Jokowi, kata Adian, menanyakan perihal Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama kepadanya. Presiden mengakui, Gubernur Basuki memang sulit diberi saran.

    "Intinya saya menangkap Pak Jokowi berkeinginan Ahok tidak maju dari jalur perseorangan karena Jakarta berbeda dengan provinsi lainnya," kata Adian.

    BACA PILIHAN EDITOR
    Tak Ada Korupsi RS Sumber Waras, Ahok: Aku Memang Tak Salah
    Ahok dan PDI Perjuangan, Ini Kata Addie M.S. dan Jay Subiakto

    Menurut Adian, Jakarta adalah Ibu Kota Negara dan membangun Jakarta butuh kekuatan besar dan dikerjakan bersama-sama. Adian mengatakan untuk memenangkan pilkada, Basuki bisa menggunakan relawan. Namun, Adian sangsi ketika Basuki membutuhkan dewan untuk membangun Jakarta.

    "Ahok butuh DPRD dan DPRD bukan perwakilan Relawan tapi wakil Rakyat melalui Partai dan untuk itu Ahok butuh kerendahan hati," kata Adian, seperti yang dia katakan kepada presiden. Adian pun mendapatkan restu dari Presiden Jokowi untuk berkomunikasi dengan Gubernur Basuki.

    Adian mengatakan cerita bersama Presiden Jokowi tentang Gubernur Ahok dapat dipertanggungjawabkan dan tidak berangkat dari motivasi buruk. "Saya sampaikan cerita diatas karena rakyat perlu tahu bahwa benar Presiden Jokowi menyayangi Ahok tapi Presiden Jokowi jauh lebih menyayangi Rakyat Jakarta," ujar Adian.

    Saat ini, ia telah mengirimkan tulisan terkait pertemuan ini kepada Basuki. Ia masih menunggu respons dari Basuki. "Nanti saya ceritakan lagi kalau Ahok sudah merespons tulisan saya," kata Adian.

    ARKHELAUS W.

    Baca juga:
    Ssst…Inilah Elemen Rahasia Penentu Calon Juara Euro 2016
    Begini Asal Usul Hooligan Rusia Versus Inggris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.