Pangdam Siliwangi Bantah Beri Perintah Menculik Geng Motor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Kapolda Jawa Barat Jodie Rooseno, Pangdam III Siliwangi Hadi Prasojo, Walikota Ridwan Kamil, melambai ke arah iring-iringan Bobotoh yang berangkat menuju Gelora Bung Karno dari titik keberangkatan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 3 April 2016. TEMPO/Prima Mulia

    (ki-ka) Kapolda Jawa Barat Jodie Rooseno, Pangdam III Siliwangi Hadi Prasojo, Walikota Ridwan Kamil, melambai ke arah iring-iringan Bobotoh yang berangkat menuju Gelora Bung Karno dari titik keberangkatan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 3 April 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Panglima Kodam III/Siliwangi Mayor Jenderal Hadi Prasojo membantah kabar bahwa ia memberi perintah kepada anak buahnya agar menculik anggota geng motor dan begal bermotor seperti yang beredar dalam pesan berantai. 

    Menurut Hadi, dia memang menginstruksikan beberapa hal kepada anak buahnya ihwal perilaku geng motor yang meresahkan, tapi tidak termasuk perintah menculik. “Tidak semuanya (perintah saya) itu benar. Ada yang benar, ada yang tidak benar,” katanya di Bandung, Selasa, 14 Juni 2016. 

    Hadi mengaku tidak ingat persis poin-poin yang telah dia sampaikan. Yang masih dia ingat ialah perintah menindak tegas terhadap anggota geng motor. “Penculikan, enggaklah. Saya enggak ngomong begitu, mungkin penambahan orang," ujarnya.

    Sebelumnya, beredar pesan berantai yang mengatasnamakan Pangdam III/Siliwangi. Pesan itu disampaikan Hadi saat mengunjungi markas Komando Distrik Militer 0621/Kabupaten Bogor pada Rabu, 8 Juni 2016. Di hadapan 471 bintara pembina desa, Hadi memberikan sejumlah instruksi. Berikut ini isinya.

    1. Jadilah prajurit hebat, jangan numpang nama besar leluhur para prajurit pendahulu Siliwangi.

    2. Didik anak-anak kita dan jadikan orang sukses, jangan sampai anak-anak kita jadi geng motor atau terlibat narkoba.

    3. Koordinasi dengan Polri untuk bubarkan geng motor, deteksi peredaran narkoba dan tangkap mereka.

    4. Buat dan keluarkan tim patroli, terdiri atas 30 orang, latih dan persenjatai mereka.

    5. Perintah terakhir, kalau ada begal tembak saja, saya tanggung jawab. Tidak usah takut, harusnya kita yg ditakuti. Habisi saja.

    6. Kalau sanggup, menculik saja, yang penting tidak ketahuan buang ke laut atau kubur dalam-dalam.

    7. Tentara harus selalu menang melawan Kejahatan apa pun itu bentuknya, bawa senjata pistol atau sangkur, mereka berani ke kita, kita harus lebih berani. Tusuk, bunuh, tembak. Hancurkan geng motor, hancurkan kejahatan, tentara lebih Kompak dari geng motor.

    Menurut Hadi, tentara dan polisi sedang menggencarkan patroli untuk mencegah kejahatan begal bermotor, khususnya di Bandung. “Bandung harus aman, apa pun yang bikin keresahan orang Bandung akan kami tindak tegas,” tuturnya. 

    Hadi tak menampik telah memberi izin kepada prajuritnya menembak pelaku begal motor jika melawan saat tertangkap tangan. “Terutama kalau malam, begal-begal ini melawan, akan kita sikat, kita tembak, kami lumpuhkan. Bukan kepala, melainkan kaki atau badan,” ucapnya. 

    Hadi menuturkan tidak ingin peristiwa yang menimpa prajuritnya, Prajurit Satu Galang Suryawan, terjadi lagi. Galang tewas setelah dianiaya dan ditikam orang tak dikenal di kawasan Jalan Rajawali, Kota Bandung, Ahad dinihari, 5 Juni 2016. “Saya tidak mau lagi kecolongan yang kedua. Di kami sudah banyak, anggota saya juga banyak yang kena dibegal. Pelakunya masih terus kami cari,” katanya. 
     
    Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Jodie Rooseto berujar pihaknya masih mencari pelaku pembunuhan Pratu Galang. Namun Jodie mengaku belum tahu perkembangan terakhir kasus itu. “Belum tahu (perkembangannya),” ujarnya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.