Adian Napitupulu Minta Ahok Tiru Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adian Yunus Yusak Napitupulu, politikus sekaligus aktivis 98, di Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) di kawasan Menteng, Jakarta, 23 Juni 2014.TEMPO/Nurdiansah

    Adian Yunus Yusak Napitupulu, politikus sekaligus aktivis 98, di Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) di kawasan Menteng, Jakarta, 23 Juni 2014.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu, mengatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama perlu meniru gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo. "Kepemimpinan Jokowi yang rendah hati seharusnya menjadi contoh bagi Ahok," kata Adian melalui pesan WhatsApp di Jakarta, Selasa, 14 Juni 2016.

    Menurut Adian, Jokowi berhasil menunjukkan bahwa ia bisa menolak beberapa keinginan dan desakan partai. Namun, kata dia, Jokowi sama sekali tidak pernah menolak keberadaan partai sebagai pilar demokrasi. "Dalam pilpres kemarin, Jokowi mampu mengkombinasikan dua kekuatan, yakni diusung partai dan didukung relawan," tuturnya.

    Relawan Jokowi di Jakarta, tutur Adian, jumlahnya jauh lebih banyak dari relawan Ahok. Di sisi lain, Adian menilai, relawan Jokowi lebih terorganisasi dan teruji militansinya saat pemilu 2014.

    "Kalau relawan Ahok saat ini mengumpulkan KTP dari mal ke mal yang sejuk ber-AC, relawan Jokowi saat pilkada 2012 dan pilpres 2014 mengumpulkan dukungan dengan menjual baju kotak-kotak di jalan-jalan, terminal-terminal, dan pasar-pasar tradisional," ucap Adian.

    Adian menuturkan, saat berdiskusi dengan Jokowi pada awal Mei lalu, ia menangkap keinginan Jokowi supaya  pada pemilihan Gubernur Jakarta 2017 Ahok bisa melaju melalui partai politik. "Intinya, saya menangkap Pak Jokowi ingin Ahok tidak maju lewat jalur perseorangan karena Jakarta berbeda dengan provinsi lainnya," tutur Adian.

    Adian menambahkan, hakikat kemenangan bukanlah bagaimana calon mendapatkan kursi. Kerja relawan, kata dia, bakal berakhir ketika suara sudah memasuki tahap penghitungan. Setelah itu, baru pemenang kontes politik bekerja. "Sedangkan partai bekerja sebelum, saat pilkada, dan setelah selesai pilkada," ujarnya.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.