Aher Ingin seperti Erdogan, Wajibkan Pria Subuh di Masjid  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi khotbah salat Jumat. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi khotbah salat Jumat. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengidamkan fenomena salat subuh seperti di Turki. Ia mengatakan, di negara para sultan itu, setiap laki-laki diwajibkan salat subuh berjemaah di mesjid.

    "Ada fenomena yang belum bagus yang mesti kita perbaiki. Sekalipun masjid kecil, saat salat subuh, jemaah tidak pernah penuh," ucap Aher—sapaan akrab Ahmad Heryawan—seusai salat tarawih di Masjid Agung Karawang, Senin malam, 13 Juni 2016.

    Aher berujar, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Menurut dia, salah satu negara yang berprestasi meningkatkan jumlah jemaah salat subuh berjamaah adalah Turki. Ia pun merasa kagum kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mewajibkan semua pria muslim di negaranya salat subuh berjemaah di masjid.

    "Saya kira kita punya spirit yang sama dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Saya akan selalu mengimbau masyarakat salat subuh berjemaah di masjid," tuturnya.

    Aher mengaku mempunyai cara sendiri untuk menarik minat umat Islam untuk salat berjemaah di masjid. Berbeda dengan Erdogan, Gubernur Jawa Barat dua periode ini mengimbau semua pemerintah daerah menata semua masjid agar menjadi lebih baik. Ia mengatakan ada dua dorongan untuk membuat masjid menjadi penuh: masyarakat yang rindu kepada masjid dan masjid nyaman yang dirindukan.

    "Saya pesan kepada DKM (dewan kemakmuran masjid), semua masjid harus begitu. Jadi tempat bersih dan nyaman, ada penataan cahaya, karpet, dan wewangian, sehingga mengundang orang dan membetahkan," ucap Aher.

    Sebagai langkah konkret, pada malam itu, Aher menyetujui secara lisan membantu biaya renovasi Masjid Agung Karawang. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Agung Karawang Acep Jamhuri mengatakan renovasi masjid yang didirikan Syekh Quro itu membutuhkan biaya Rp 30 miliar. "Tadi sudah disepakati, setengahnya akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," Dengan rincian Rp 15 miliar dari Pemprov Jawa Barat dan sisanya dari Pemerintah Kabupaten Karawang.

    Menurut Acep, renovasi diperlukan karena Masjid Agung Karawang pada waktu tertentu sudah tidak bisa menampung umat yang ingin beribadah. "Jemaah sampai meluber hingga ke halaman dan jalan. Jadi kami pikir harus diadakan perluasan," ujar Acep saat ditemui di tempat yang sama.

    Masjid Agung Karawang disebut-sebut sebagai masjid yang paling tua di Pulau Jawa. Menurut Acep, DKM sedang bersiap menerbitkan buku yang berisi fakta sejarah tentang hal itu. "Masjid ini bahkan lebih tua dari Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak," tuturnya.

    Masjid Agung Karawang didirikan tahun 1418 Masehi oleh Syeh Quro, sementara Masjid Agung Cirebon didirikan pada 1475 Masehi oleh Sunan Gunung Jati. Adapun Masjid Agung Demak didirikan tahun 1479. Acep mengatakan ketiga mesjid mempunyai kesamaan, yaitu pada bangunan Joglo bertiang utama (saka guru) empat dan bentuk atap limas bersusun tiga undak.

    HISYAM LUTHFIANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.