Begini Tanggapan Kalla Soal Kritikan SBY  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, 11 Mei 2016. Musrenbangnas bertujuan memacu pembangunan infrastruktur dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, 11 Mei 2016. Musrenbangnas bertujuan memacu pembangunan infrastruktur dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi kritik dan saran dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk pemerintahan Jokowi-JK. Wapres Kalla mengatakan kritik memang harus dilakukan seseorang yang menjabat sebagai ketua umum partai politik.

    "Kemarin saya mendengarkan saran Bapak. Saya ucapkan terima kasih karena sebagai ketua parpol, tanpa memberikan kritikan dan dorongan, bukan ketua parpol," kata Kalla saat memberikan sambutan buka puasa bersama yang digelar SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin, 13 Juni 2016.

    Kalla bahkan berharap, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifki Hasan, yang juga hadir dalam acara tersebut, turut memberikan kritik dan masukan. "Kami harapkan Pak Zul memberikan saran apa sebagai ketua partai supaya lengkap dan kita semua melihat lebih luas tentang bangsa ini," tutur Kalla.

    Baca Juga: SBY: Kita Percayakan ke Jokowi-JK....

    SBY memuji dan mengkritik pemerintahan Jokowi-JK pada Jumat pekan lalu saat buka bersama Partai Demokrat. Ada tujuh poin kritikan yang diberikan, di antaranya persoalan ekonomi, sosial, penegakan hukum, kedaulatan partai politik dan intervensi kekuasaan, tugas TNI dan Polri, isu komunis dan potensi konflik horizontal, serta peran pers.

    Kalla menambahkan, Presiden Jokowi mengharapkan sumbangan pikiran untuk solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa. Apalagi situasi yang dihadapi pemerintahan di mana pun bukanlah hal yang ringan. "Saya baru sepanjang hari kemarin melihat apa yang terjadi di Amerika, khususnya di Cina, Eropa. Ini bisa menjadi suatu beban yang berat bagi siapa pun mengatasi ekonomi dunia," ucap Kalla.

    Berita Menarik: Razia Warung Nasi, Kepala Satpol PP Kota Serang Terancam Sanksi

    Melalui Paguyuban Kabinet Indonesia Bersatu yang telah punya pengalaman di bidang pemerintahan, Kalla yakin, masukan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. "Pengalaman kita semua, khususnya pengalaman Pak SBY selama 10 tahun, tentu suatu modal yang kuat, modal yang baik untuk diberikan kepada kita."

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.