Buka Puasa Bareng SBY, JK Cerita Kenangan 12 Tahun Lalu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Menteri ESDM, Jero Wacik, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 Januari 2016. Jusuf Kalla dihadirkan menjadi saksi meringankan atas permintaan terdakwa Jero Wacik. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Menteri ESDM, Jero Wacik, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 Januari 2016. Jusuf Kalla dihadirkan menjadi saksi meringankan atas permintaan terdakwa Jero Wacik. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono. Mendatangi kembali ke kediaman SBY di Cikeas pada Senin, 13 Juni 2016, Kalla bernostalgia saat pernah mendampingi SBY sebagai wakil presiden.

    "Tidak terasa Pak SBY 12 tahun lalu, sejak pertama kali saya menginjak tempat ini kemudian kita sama-teman menguji teman-teman ini, mengetes," kata Kalla dalam sambutan menjelang buka puasa.

    Mengetes teman-teman yang dimaksud Kalla adalah melakukan fit and proper test terhadap para calon menteri. Acara buka puasa yang gelar SBY memang menjadi ajang reuni Kabinet Indonesia Bersatu. Sejumlah nama yang hadir antara lain Budiono, Joko Suyanto, Alwi Shihab, Hatta Rajasa, Aburizal Bakrie, Yusril Ihza Mahendra, Zulkifli Hasan, Gamawan Fauzi, dan Adhyaksa Dault.

    Selain mengenang kunjungan pertama ke Cikeas, Kalla juga mengingat kemacetan di sekitar Cikeas. Namun bagi Kalla menganggap kemacetan merupakan tanda kemajuan. "Saya sering katakan, kemacetan berarti kemajuan. Tidak ada negara miskin yang macet. Yang macet hanya negara kaya, tetapi tidak lengkap infrastrukturnya. Itu saja," kata Kalla.

    Sementara SBY selaku tuan rumah mengatakan acara buka puasa ini dilakukan untuk menjaga persahabatan dan persaudaraan diantara sesama anggota Kabinet Indonesia Bersatu. Dia juga membentuk wadah yang dinamakan Paguyuban KIB.

    "Paguyuban ini untuk melanggengkan persahabatan dan persaudaraan kita," kata SBY. Dia menambahkan paguyuban yang dibentuk bukan bersifat politik dan tidak eksklusif.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.