Ingin Bikin Film Sukarno, Sukmawati Minta Restu Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri mantan Presiden RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya saat peringatan Hari Lahir 112 Tahun Bung Karno di Gedung Perintis Kemerdekaan, Tugu Proklamasi, Jakarta, (6/6). TEMPO/Dasril Roszandi

    Putri mantan Presiden RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya saat peringatan Hari Lahir 112 Tahun Bung Karno di Gedung Perintis Kemerdekaan, Tugu Proklamasi, Jakarta, (6/6). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sukmawati Soekarnoputri berencana membuat film tentang perjalanan hidup sang ayah, Sukarno. Sukmawati mengatakan film biopik presiden pertama Indonesia tersebut akan memasuki tahap produksi. Namun, sebelum produksi, ia ingin mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

    "Beliau (Presiden Jokowi) mendukung dan apresiatif sekali," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seusai bertemu Jokowi, Senin, 13 Juni 2016. Sukmawati berharap proses produksi film bisa segera dimulai agar bisa segera ditayangkan. "Tapi itu tergantung jumlah dana yang tersedia," ujarnya.

    Sukmawati berharap filmnya bisa masuk festival film atau berkompetisi di level internasional, seperti Academy Awards (Oscar). Karena itu, ia ingin proses produksi dipegang oleh sutradara yang berkualitas. Rencananya, ia ingin menggandeng sineas dari Cina.

    Untuk jalan cerita, Sukmawati menuturkan filmnya akan berfokus ke perjalanan Sukarno, dari kecil hingga wafat. Namun ia menyerahkan hal itu ke sutradara yang bakal menentukan durasi filmnya.

    Yang pasti, Sukmawati menilai kehadiran film ini sangat penting, terlebih bagi generasi muda agar selalu mengingat jasa dan perjuangan Bapak Proklamator itu. "Sumbangsih beliau kepada dunia tidak sedikit," ucapnya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.