Tiga Hari Terombang-ambing di Laut, KM Faradila Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Muhammad Iqbal

    ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Kendari - Kapal motor Faradila yang hilang kontak sejak Sabtu sore, 11 Juni 2016, sekitar pukul 16.00 Wita telah ditemukan. Pada Senin, 13 Juni 2016, sekitar pukul 10.45 Wita, kapal ini ditemukan di perairan antara Pulau Batu Atas dan Pulau Siompu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

    "Kapal ditemukan di sekitar 17 mil dari Pulau Siompu, sepertinya tersapu ombak hingga bisa berada di sekitar perairan Siompu,” kata pegawai Bagian Humas Search and Rescue (SAR) Kendari, Sulawesi Tenggara, Wahyudi. Anggota tim SAR sedang dalam perjalanan menuju lokasi terdekat tempat kapal ditemukan.

    Menurut Wahyudi, KM Faradila, yang mengangkut sembako, sempat terombang-ambing di tengah laut selama tiga hari dua malam. Sore ini dilakukan evakuasi terhadap nakhoda dan anak buah kapal (ABK). Evakuasi menggunakan kapal SAR RB 07.

    Nakhoda dan ABK yang semuanya berjumlah enam orang dalam keadaan selamat. Namun mereka dalam kondisi lemah akibat kehabisan bahan makanan selama berada di tengah laut. Mereka adalah nakhoda Dedek, 45 tahun, Basrudin (42), Sadikum (51), Riswan (25), Wardin (27), dan Saido (53). Tidak ada penumpang dalam kapal itu.

    Wahyudi menjelaskan, KM Faradila mengalami mati mesin. Gensetnya pun tidak bisa dihidupkan karena kehabisan bahan bakar. Kapal itu dalam keadaan gelap, sehingga menyulitkan tim SAR melakukan pencarian, terutama pada malam hari. “Kondisinya gelap gulita,” ujarnya.

    KM Faradila berangkat dari Pelabuhan Baubau pada Jumat, 10 Juni 2016, sekitar pukul 17.00 Wita menuju Kepulauan Wangi-wangi, Wakatobi. Kapal itu penuh muatan berbagai jenis sembako untuk dibawa ke Wakatobi. Saat melintas di perairan sekitar Karang Kapota, Wakatobi, pada Sabtu, 11 Juni 2016, sekitar pukul 16.00 Wita, kapal Faradila tiba-tiba kehilangan kontak. Saat itu otoritas Pelabuhan Baubau sudah menduga kapal tersebut mengalami mati mesin.

    Hal itu dibenarkan Ali, rekan Dedek. Dedek menginformasikan kepada Ali bahwa kapalnya mengalami mati mesin. Atas laporan itu, Ali menginformasikannya kepada Wahyudi sebagai pegawai Bagian Humas SAR Kendari.

    ROSNIAWANTY FIKRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.