Jaksa Agung: 18 Terpidana Dieksekusi Mati Tahun Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung HM Prasetyo dalam paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 21 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jaksa Agung HM Prasetyo dalam paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 21 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung H. M. Prasetyo mengatakan lembaganya telah menyiapkan anggaran untuk melakukan eksekusi terhadap 18 terpidana mati tahun ini. Saat ini, ia menuturkan masih ada 58 terpidana mati kasus narkoba dan 152 untuk kejahatan lainnya. "Semua eksekusi mati akan dilakukan bertahap," katanya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Senin, 13 Juni 2016.

    Menurut Prasetyo, selama ini eksekusi mati kerap tertunda lantaran memprioritaskan anggaran untuk sektor ekonomi. "Kami memahami eksekusi mengganggu sektor ekonomi," paparnya.

    Prasetyo menuturkan eksekusi mati tahap ketiga akan dilakukan setelah Ramadan. "Mudah-mudahan tidak ada perubahan," ujarnya. Eksekusi akan berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan bagi narapidana yang sudah ditempatkan di sana.

    Ia mengatakan masih mempertimbangkan beberapa orang yang akan dieksekusi pada jilid ketiga mendatang. Namun ia memastikan, yang akan dieksekusi, semuanya tahanan kasus narkoba. "Kami tetap berikan sinyal perang terhadap narkoba," tuturnya.

    Untuk 2017, Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Bambang Waluyo mengatakan lembaganya membutuhkan Rp 463,3 miliar guna penanganan dan penyelesaian pidana umum. "Perkiraan terpidana mati 30 perkara, dan penyelesaian di seluruh Indonesia 116 ribu perkara," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.