Pendakinya Hilang di Semeru, Swiss Tawarkan Helikopter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki menikmati panorama matahari terbit di atas puncak Gunung Penanggungan, Jawa Timur, 31 Mei 2015. Gunung berapi yang sedang dalam masa tidur ini sering dijuluki miniatur Gunung Semeru. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pendaki menikmati panorama matahari terbit di atas puncak Gunung Penanggungan, Jawa Timur, 31 Mei 2015. Gunung berapi yang sedang dalam masa tidur ini sering dijuluki miniatur Gunung Semeru. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COLumajang - Pemerintah Swiss menawarkan bantuan helikopter serta sejumlah peralatan pendukung kepada tim SAR, yang saat ini sedang mencari Lionel Du Creaux, 26 tahun, pendaki asal Swiss yang hilang di Gunung Semeru. Tawaran bantuan ini disampaikan utusan Konsulat Jenderal Swiss saat mendatangi Posko SAR di Ranupani dan Tawonsongo, Sabtu, 11 Juni 2016.

    Kepala Seksi Wilayah I Bidang Pengelolaan Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) Kabupaten Lumajang Budi Mulyanto mengatakan memang ada perwakilan dari Konsulat Jenderal Istimewa Swiss, Christoper, yang datang ke Posko SAR di Ranupane dan Tawonsongo. "Dalam rangka koordinasi pencarian," katanya, Minggu, 12 Juni 2016. 

    Budi mengatakan ada tawaran bantuan pencarian lewat udara dan darat. Semisal, jika lewat udara, berupa helikopter, dan kalau lewat darat, digunakan anjing pelacak. "Kami respons dengan baik tawaran itu. Tapi tentu kami masih harus koordinasikan dulu dengan semua pihak," katanya. 

    Budi mengatakan Semeru masuk kawasan Taman Nasional yang tentu memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi. "Jadi tidak bisa serta-merta begitu saja," katanya. Sejauh ini, kata Budi, kalau memang membutuhkan helikopter, Basarnas juga memilikinya. Pihaknya juga saat ini berupaya keras melakukan pencarian.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Lionel putus kontak terhitung sejak Jumat, 3 Juni 2016. Sedangkan operasi SAR dilakukan sejak Kamis, 9 Juni 2016. Untuk kemudahan kegiatan pencarian, kegiatan pendakian Semeru ditutup. Lionel Du Creaux dan Alice Guignard berangkat dari Malang dan masuk ke Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada pukul 07.00 WIB, dan langsung menuju lokasi pendakian tanpa ada pemberitahuan atau melapor ke pos dan tanpa register/tiket.

    Dua pendaki itu, pada pukul 10.22 WIB, sampai di Ranu Kumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati. Tiba di Kalimati sekitar pukul 11.55 WIB, selanjutnya mereka mendaki ke puncak dan sampai di daerah Watu Gede pada pukul 14.01 WIB. Pada pukul 17.47 WIB, Alice tidak melanjutkan perjalanan ke puncak karena tidak kuat. Namun Leonil tetap melanjutkannya ke puncak. Lantaran tidak kuat ke puncak, Alice memutuskan kembali ke Kalimati.

    Karena tidak tahu jalan, Alice tersesat tidak melalui jalur sebelumnya. Dia malah menuju punggung bukit arah ke kiri arah Arcopodo. Di lokasi, Alice bertahan dan menunggu selama dua hari malam. Pada Senin, 6 Juni 2016, Alice ditemukan Heri Sumantri, dari Tim Haspala Malang, yang sedang memandu tamu. Alice ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB setelah teriakannya meminta tolong dan kebetulan didengar Heri.

    Selanjutnya, Alice dibawa turun dan pada Selasa sore, 7 Juni 2016, Alice melaporkan secara resmi kronologi hilangnya Lionel Du Creaux kepada petugas di Resort Ranu Pani.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.