Mangkir Saat Dipanggil, Polisi Diminta IPW Tak Lecehkan KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurhadi Memenuhi Panggilan Penyidik KPK untuk Diperiksa, 24 Mei 2016. TEMPO/Maya Ayu

    Nurhadi Memenuhi Panggilan Penyidik KPK untuk Diperiksa, 24 Mei 2016. TEMPO/Maya Ayu

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Police Watch mendesak empat polisi yang merupakan ajudan Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung Nurhadi Abdurachman datang memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi. Keempatnya dipanggil untuk memberi kesaksian dalam kasus dugaan suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka adalah Brigadir Ari Kuswanto, Brigadir Dwianto Budiawan, Brigadir Fauzi Hadi Nugroho, dan Inspektur Dua Andi Yulianto.

    “Mereka diharapkan taat hukum dan jangan menghindar atas nama tugas, apalagi melecehkan KPK,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S. Pane lewat keterangan tertulis, Ahad, 12 Juni 2016.

    Baca Juga: Imigrasi Pastikan Sopir Nurhadi Masih Berada di Indonesia

    Empat orang yang merupakan aparat penegak hukum itu diminta menghargai proses hukum yang tengah dilakukan KPK dan bersikap kooperatif.

    IPW pun meminta Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti merespons langkah KPK. “Dengan cara memberi penjelasan bahwa empat polisi itu sedang bertugas di Poso (Sulawesi Tengah) dan berjanji akan menarik mereka dari medan tugas agar bisa menjalani pemeriksaan di KPK,” ucap Neta.

    Saran untuk Kapolri itu, tutur Neta, untuk menghindari timbulnya kesan bahwa Polri meremehkan panggilan KPK. Namun, jika panggilan itu tetap dimentahkan, IPW meminta KPK tegas dan menjemput paksa empat polisi tersebut.

    Simak Pula: 4 Ajudan Nurhadi Mangkir Lagi, KPK Akan Jemput Paksa 

    Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif pada Jumat lalu menuturkan KPK belum mempunyai bukti ada pihak yang mencoba menghalangi proses pemeriksaan. Jika terbukti ada yang sengaja menyembunyikan sopir Nurhadi bernama Royani dan empat polisi tersebut, yang bersangkutan bisa dijerat Pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Lain dengan empat ajudan Nurhadi tersebut, posisi Royani masih sulit teridentifikasi KPK karena kerap berpindah. “Dia move around, selalu berubah-ubah tempat,” ujar Laode. Namun Laode memastikan Royani berada di Indonesia.

    Berita Menarik:  Kompolnas Sudah Ancang-ancang Nama Calon Kapolri

    Para anak buah Nurhadi itu dipanggil KPK untuk mendalami perkara yang menjerat Edy Nasution. Edy diduga menerima uang suap dari Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Aryanto Supeno untuk mengurus pengajuan peninjauan kembali perkara Grup Lippo. Nurhadi diduga terlibat kasus itu.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.