Sebelum Meninggal, Aki Bikin Jingle Kampanye Bareng Nomo Koeswoyo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peti mati. Ilustrasi

    Peti mati. Ilustrasi

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bakal calon Wakil Wali Kota Yogyakarta dari jalur independen, Aki Adhisakti, 62 tahun, sempat membuat jingle mars untuk persiapan kampanye pemilihan kepala daerah sebelum mengembuskan napas terakhir, Sabtu pagi, 11 Juni 2016.

    Bakal calon wali kota yang menjadi pasangan Aki, Arif Nurcahyo, menuturkan tiga hari sebelum meninggal, Aki sempat menciptakan jingle kampanye bersama mantan personel Koes Bersaudara, Nomo Koeswoyo. Aki mengiringi dengan organ dan Nomo sebagai sparring-nya.

    "Jingle-nya sudah tercipta, judulnya Guyub Rukun. Lagu ini untuk kampanye pilkada," ujar Arif saat ditemui Tempo di Hotel Mustokoweni, tempat jenazah Aki disemayamkan.

    Arif menuturkan, pada Jumat petang, 10 Juni, Aki masih sempat berkumpul dan bermain organ bersama keluarga setelah berbuka puasa. Aki, yang juga menantu tokoh pendiri Paguyuban Batik Tulis Sekar Jagad dan pendiri Hotel Mustoko Weni Yogyakarta, Suliantoro Soelaiman, tersebut tidak menampakkan tanda-tanda sakit.

    Setelah Aki meninggal dunia, Arif belum mengetahui bagaimana rencana selanjutnya dalam pilkada Kota Yogyakarta. "Saat ini masih berkabung, kami belum tahu. Tiga sampai tujuh hari ke depan saya putuskan sikap," ujarnya.

    Aki meninggalkan seorang istri, Laretna Trisnatari, dan tiga orang anak, yakni Hanggardha Priyahita, Wigardha Prabantara, dan Sanggardha Pamungkas.

    Putra kedua Aki, Wigardha Prabantara, menuturkan ayahnya sebenarnya sudah dideteksi mengidap penyakit jantung sejak 2010 dan sesekali periksa ke dokter. "Beliau sempat sahur bersama sebelum meninggal. Tak ada tanda-tanda sakit," ujarnya.

    Namun, setelah tidur kembali, istrinya, Laretna Trisnatari, merasa ada yang tak beres dengan Aki. "Ibu melihat bapak seperti sakit, namun pas dicek sekitar pukul 07.00 ternyata sudah meninggal," ujar Wigardha.

    Wigarda menuturkan dirinya sebenarnya tak setuju ayahnya terjun ke politik meski dari jalur independen sekalipun. Dia menilai kegiatan politik lewat pilkada akan menguras tenaga dan energi serta pikiran ayahnya. "Kerjaan di rumah sudah banyak. Saya yang tak setuju beliau terjun ke politik," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.