Pegawai Edarkan Uang Palsu, Ryamizard: Potong Tangannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pungli. ANTARA/Agus Bebeng

    Ilustrasi pungli. ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Ismono Wijayanto mengaku sedang mendalami seorang pegawainya yang terlibat kasus peredaran uang palu. Pegawai itu adalah Kolonel Agus Listyowarno, yang saat ini menjalani pemeriksaan intensif. "Sudah kami periksa. Dia bergerak secara individu," kata Ismono saat ditemui Tempo, Jumat, 10 Juni 2016.

    Menurut Ismono, sesuai dengan prosedur, pemeriksaan itu bersifat internal, yang dilakukan Detasemen Polisi Militer Jakarta Raya, Cijantung, Jakarta Timur. "Agar isu ini tak berkembang. Setelah diteliti ada jaringannya atau tidak, ternyata tidak. Tidak ada ketentuan bagi Itjen (Inspektorat Jenderal) untuk menyelidiki, jadi diserahkan ke Denpom," ucapnya.

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menuturkan pengusutan Agus Listyowarno bakal transparan dan adil. "Harus tegas ditindak. Kalau aturannya memang potong tangan, ya potong tangannya. Tapi, kalau tidak, ya jangan," ujar Ryamizard.

    Menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini, kasus uang palsu yang menimpa anggota militer ini merupakan yang kedua. "Yang dulu oknum Badan Intelijen Negara (BIN). Sekarang di Kemhan. Sangat dikhawatirkan akan ada lagi."

    Kolonel Agus Listyowarno ditangkap polisi di halaman parkir sebuah rumah sakit di Cawang, Jakarta Timur, pada Selasa, 7 Juni 2019. Dari tangan Agus dan dua warga sipil, disita uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 3.000 lembar.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.