Ketika SBY Anggap Jokowi Tak Lagi Obral Janji

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana acara buka bersama Kader Demokrat di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, 10 Juni 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Suasana acara buka bersama Kader Demokrat di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, 10 Juni 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, CIKEAS - Susilo Bambang Yudhoyono mengelar buka puasa bersama, sekaligus menyampaikan pandangan Partai Demokrat yang dipimpinnya, soal isu-isu nasional yang berkembang dalam setahun terakhir. Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 dan 7 Indonesia ini juga menilai Presiden Joko Widodo selama beberapa waktu terakhir tak lagi mengumbar janji politik ke masyarakat, terutama janji yang berdampak terhadap keuangan negara dan APBN.

    "Pengamatan, koreksi dan saran tertuju, untuk kita semua," kata SBY, begitu panggilan akrab Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jumat 10 Juni 2016.

    SBY menyampaikan tujuh isu penting yang disoroti partainya, antara lain situasi perkonomian, kondisi masyarakat dari segi sosial dan ekonomi, keadilan dan penegakkan hukum, kedaulatan partai politik dan intervensi kekuasaan, TNI dan Polri dalam kehidupan bernegara, isu komunis dan peran pers.

    SIMAK: Ridwan Kamil Mendadak Dipanggil Jokowi, Curhat Soal Ini...

    Menurut SBY, Presiden Joko Widodo kini sangat mampu menahan diri untuk tidak mengobral janji baru terutama yang berdampak pada keuangan negara. "Kami menduga, beliau sungguh menyadari bahwa di tengah perekonomian yang melambat saat ini, ruang fiskal kita semakin sempit, dan menjalankan pemerintahan memang tidak mudah," kata SBY lagi.

    Selain tak lagi umbar janji, SBY menganggap stabilitas politik dan nasional terjaga dengan baik. Meski ada sejumlah gangguan yang terjadi, hal itu tidak terlalu berdampak terhadap kinerja Presiden Jokowi dan pemerintahan. Sehingga, agenda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan dengan baik. "Meskipun ada serangan teror di Jakarta," ujarnya.

    Teror di kawasan Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu menurut SBY, tidak memberikan dampak besar terhadap keamanan dalam negeri.

    SIMAK:  Golkar: Ahok Kerjanya Bagus, Cuma Perlu Dipoles Etika Berbicara

    Meski ekonomi masih melemah, SBY juga mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo yang mampu mengurangi jumlah pengangguran terbuka. "Di tengah lesunya sektor riil dan lemahnya daya beli masyarakat, berkurangnya pengangguran ini tentu memiliki dampak positif,” ujar SBY.

    SBY juga menegaskan, kondisi  kabinet pun dianggap makin kompak dan tidak ada lagi pertengkaran antara para menteri di ranah publik. "Ini sungguh baik karena dengan kabinet yang kompak saja tak selalu mudah untuk bersinergi dan berkoordinasi, apalagi jika tidak kompak," ucapnya.

    Sebelumnya SBY bersama pengurus DPP Partai Demokrat menggelar buka puasa bersama. Tampak politikus Demokrat seperti Roy Suryo, Nurhayati Ali Assegaf, E. E. Mangindaan, Ruhut Sitompul, Nachrowi Ramli, Soekarwo, Edhie Baskoro Yudhoyono, Vence Rumangkang dan lainnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.