Masa Tahanan 5 Tersangka Suap Hakim Bengkulu Diperpanjang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK menunjukkan barang bukti senilai Rp150 juta saat konferensi pers mengenai operasi tangkap tangan di Bengkulu, di gedung KPK, Jakarta, 24 Mei 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    Penyidik KPK menunjukkan barang bukti senilai Rp150 juta saat konferensi pers mengenai operasi tangkap tangan di Bengkulu, di gedung KPK, Jakarta, 24 Mei 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang masa tahanan lima tersangka kasus suap hakim Bengkulu. "Perpanjangan masa penahanan dilakukan karena penyidik masih membutuhkan informasi tersangka," ucap Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati Iskak di kantornya, Jumat, 10 Juni 2016.

    Kelima tersangka adalah panitera pengganti Pengadilan Negeri Bengkulu, Badaruddin Bachsin; mantan Kepala Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah M. Yunus Bengkulu Safri Syafi'I; anggota majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu, Toton; Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang Janner Purba; dan mantan Wakil Direktur Keuangan RSUD M. Yunus Edy Santroni.

    Yuyuk mengatakan masa tahanan kelima tersangka akan ditambah 40 hari. Penambahan masa tahanan ini dilaksanakan mulai 13 Juni hingga 22 Juli 2016.

    Saat ini kelima tersangka ditahan di rumah tahanan yang berbeda. Beberapa kali mereka menjalani pemeriksaan, baik sebagai saksi maupun tersangka, di KPK.

    Kasus ini bergulir saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pada 23 Mei 2016. Saat itu penyidik mencokok lima tersangka itu.

    Safri dan Edi adalah terdakwa kasus penyalahgunaan honor Dewan Pembina RSUD M. Yunus. Mereka diduga memberikan suap kepada Janner selaku hakim yang menangani perkara itu agar keduanya divonis bebas.

    Menurut keterangan lembaga antikorupsi, duit itu dibagi dengan Toton. Sedangkan Badaruddin diduga sebagai pengatur administrasi perkara.

    MAYA AYU PUSPITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?