Adhyaksa Dault: Jakarta Harus Selamat dari Pemimpin Arogan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Adhyaksa Dault, Sandiaga S. Uno. TEMPO/Frannoto-Panca Syurkani-Wisnu Agung Prasetyo

    Dari kiri: Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Adhyaksa Dault, Sandiaga S. Uno. TEMPO/Frannoto-Panca Syurkani-Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault mengaku belum mendaftarkan diri ke partai politik untuk mengikuti pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. "Belum daftar, itu sudah kayak Indonesian Idol," ujar Adhyaksa di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juni 2016.

    BACA: Ahok: Ngapain Dengeri Orang Ngomong, Aku Lebih Tahu Ilmunya!

    Adhyaksa merasa lebih baik menunggu dipanggil partai politik ketimbang mendaftarkan diri. Tapi ia membuat pengecualian jika mesti berhadapan dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Jakarta harus diselamatkan dari pemimpin yang arogan dan semena-mena."

    Menurut Adhyaksa, ia memiliki kapabilitas yang cukup untuk menjadi Gubernur DKI. Ia ingin mengembalikan Jakarta sebagai kota yang teguh beriman, bukan kapitalis seperti saat ini. "Saya mantan Menpora. Semua hambatan dan kasus Hambalang sudah saya lalui," ucap Adhyaksa.

    BACA: Dituduh Jegal Ahok, KPUD Jakarta: Memfitnah Itu Dosa!

    Sebelumnya, Adhyaksa memutuskan maju menjadi calon Gubernur DKI melalui jalur independen. Pada 14 Mei 2016, ia mengaku telah mengumpulkan 120 ribu salinan kartu tanda penduduk warga DKI Jakarta. Ia menargetkan mencapai 250 ribu salinan KTP hingga akhir Juli 2016.

    Adhyaksa adalah salah satu tokoh yang direkomendasikan Majelis Pelayan Rakyat sebagai calon pemimpin muslim yang layak memimpin Jakarta. Selain Adhyaksa, ada pengusaha Sandiaga Uno, pendakwah Yusuf Mansur, mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan pengacara Yusril Ihza Mahendra.

    PRADITYO ADI | BC

    PANAS PILKADA DKI
    Dukung Ahok, Hanura: Kader Kami Berbaur dengan Teman Ahok
    Cerita Risma Soal Obrolan 3 Jam dengan Megawati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.