Menteri Anies: Murid Kenakan Jilbab Itu Pilihan Pribadi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendikbud Anies Baswedan meninjau kesiapan Ujian Nasional  siswa di SMP 114, Semper, Jakarta, 9 Mei 2016. TEMPO/Abdul Azis

    Mendikbud Anies Baswedan meninjau kesiapan Ujian Nasional siswa di SMP 114, Semper, Jakarta, 9 Mei 2016. TEMPO/Abdul Azis

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan tidak ada peraturan yang mengharuskan siswi mengenakan jilbab ke sekolah. "Karena itu pilihan pribadi, pilihannya ada pada individu siswinya," ujar Anies di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat, 10 Juni 2016. 

    Wacana jilbab ini mencuat sejak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyarankan sekolah dan para guru tidak mewajibkan penggunaan jilbab di sekolah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Ahok, tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan siswi di sekolah mengenakan jilbab pada hari tertentu, khususnya Jumat.

    Anies menuturkan soal seragam sekolah sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014. Jadi, dia menyebutkan, di sana diatur jenis-jenis seragam dan lainnya. 

    "Tidak ada yang namanya pelarangan ataupun pengharusan. Bila seorang siswa memilih mengenakan jilbab, beginilah seragamnya. Bila tidak, beginilah seragamnya," kata Anies.  

    Anies berujar, aturan pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengenai jenis seragamnya saja, bukan kewajiban mengenakan atau tidak. Dia menilai peraturan yang telah ada lebih modern karena tidak memuat pelarangan ataupun mewajibkan. "Individu siswi yang memutuskan," tuturnya. 

    AKMAL IHSAN (MAGANG) | MS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.