Soal Pemanggilan Istri La Nyalla, Kejaksaan: Lihat Nanti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti mengenakan rompi tahanan usai  menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, 9 Juni 2016. La Nyalla diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur yang merugikan negara Rp 5,3 miliar. Tempo/Dian triyuli Handoko

    Tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, 9 Juni 2016. La Nyalla diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur yang merugikan negara Rp 5,3 miliar. Tempo/Dian triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Seksi Penyidikan Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dandeni Herdiana mengatakan kejaksaan belum berencana memanggil istri La Nyalla Mahmud Matalitti. Dandeni belum bisa memastikan apakah istri Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri itu juga akan diperiksa. "Kita lihat saja nanti," ujarnya, Jumat, 10 Juni 2016.

    Pengacara La Nyalla, Sumarso, mengatakan belum ada pihak keluarga kliennya yang diperiksa Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. "Belum ada anggota keluarga yang diperiksa," kata Sumarso kepada Tempo.

    La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur senilai Rp 5,3 miliar dari bantuan bernilai total Rp 42 miliar. Dana tersebut diduga digunakan untuk membeli saham perdana Bank Jatim pada 2012. Selain itu, dia ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang Rp 1,3 miliar pada 2011.

    Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, ditemukan beberapa transaksi mencurigakan yang dilakukan La Nyalla pada 2010-2014. Dalam periode tersebut, dia tengah memimpin Kadin Jawa Timur. Transaksi mencurigakan bernilai ratusan miliar itu bersinggungan dengan istri dan anak La Nyalla.

    Terkait dengan temuan PPATK ini, pengacara La Nyalla, Fahmi Bachmid, menyatakan transaksi mencurigakan yang melibatkan keluarga La Nyalla belum tentu transaksi haram. Lagi pula, itu merupakan gabungan dari berbagai transaksi.

    La Nyalla sempat kabur ke Singapura. Dia bersembunyi selama 2,5 bulan di negara tersebut. Karena izin tinggalnya habis, dia akhirnya dipulangkan ke Tanah Air oleh pihak Imigrasi Singapura. Kedatangannya langsung disambut tim Kejaksaan Agung. Dia ditahan di rumah tahanan Salemba hingga sekarang.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.