Ridwan Kamil Mendadak Dipanggil Jokowi, Curhat Soal Ini...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil berpose dengan sepedanya di ruang kerja, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. Karena susah mencari waktu khusus untuk berolahraga, maka Ridwan Kamil bersepeda untuk memaksakan diri untuk rutin menarik otot sana-sini untuk menyehatkan jantung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil berpose dengan sepedanya di ruang kerja, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. Karena susah mencari waktu khusus untuk berolahraga, maka Ridwan Kamil bersepeda untuk memaksakan diri untuk rutin menarik otot sana-sini untuk menyehatkan jantung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COJakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendadak dipanggil Presiden Joko Widodo pada Rabu, 8 Juni 2016. Kepada wartawan, Ridwan Kamil mengatakan Presiden Jokowi memanggilnya untuk membahas masalah kereta ringan. "Itu membahas LRT (Light Railway Transit) saja," kata Ridwan Kamil saat ditemui di Pendapa Kota Bandung, Kamis, 9 Juni 2016.

    Presiden, kata Ridwan Kamil, curhat soal lambannya pembangunan kereta ringan di dalam Kota Bandung. Rencananya, kereta ringan ini terintegrasi dengan stasiun kereta api cepat Jakarta-Bandung. LRT di Kota Bandung akan dibangun satu paket dengan kereta api cepat Jakarta-Bandung oleh PT KCIC. "Presiden agak kecewa kenapa rapat melulu, progresnya lambat," ujarnya.

    Mendengar ucapan Presiden, Ridwan Kamil justru mengaku senang. Menurut dia, hal tersebut dapat diartikan Presiden sangat perhatian pada kemajuan perbaikan transportasi massal di Kota Bandung. "Saya ikut senang saja kalau ada push dari Presiden seperti itu," ucapnya.

    Selain itu, rapat tersebut membahas masalah pembiayaan bukan hanya LRT Kota Bandung, tapi juga membahas pembiayaan LRT Bandung Raya yang menghubungkan kota-kota di sekitar Bandung, seperti Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bandung Barat.

    "Untuk LRT Bandung Raya sedang difinalisasi apakah (pembiayaannya) 100 persen atau 50 persen dari APBN. Kalau tidak, berarti swasta ikut bergabung di Bandung Raya ini," tutur Ridwan Kamil.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.