Golkar Banten Usung Anak Ratu Atut sebagai Calon Gubernur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tatu Chasanah (tengah) saat akan meninggalkan ruangan usai mengikuti  Musyawarah Daerah Luar Biasa Partai Golkar Provinsi Banten, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta (27/12). TEMPO/Dasril Roszandi

    Tatu Chasanah (tengah) saat akan meninggalkan ruangan usai mengikuti Musyawarah Daerah Luar Biasa Partai Golkar Provinsi Banten, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta (27/12). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Serang - Partai Golkar Banten resmi mengajukan Andika Hazrumy, putra sulung bekas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, sebagai calon gubernur pada pemilihan kepala daerah Banten 2017.

    Ketua Partai Golkar Banten, Tatu Chasanah, optimistis partainya mampu merebut kemenangan. “Kader Golkar harus menunjukkan kembali kemenangannya merujuk pada pemilu dan pilkada lalu. Saatnya  kita memenangkan Andika Hazrumy,” ujar Tatu Chasanah, yang merupakan adik kandung Atut Chosiyah, Kamis, 9 Mei 2016.

    Tatu menuturkan keputusan untuk mengusung Andika diambil berdasarkan usulan-usulan pengurus Partai Golkar tingkat kabupaten/kota saat  rapat pleno pada Rabu, 8 Mei 2016. “Mayoritas memberikan dukungan kepada Andika Hazrumy untuk maju,” katanya.

    Dari informasi yang dihimpun, pengurus Golkar daerah yang merekomendasikan Andika ialah Pandeglang, Lebak, Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Adapun Golkar Kota Serang memberikan dukungan kepada Tubagus Haerul Jaman, yang juga adik Ratu Atut.

    Menurut Tatu usulan tersebut akan secepatnya diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar untuk mendapat rekomendasi. Tatu mengaku bakal tunduk pada keputusan yang diambil pengurus pusat. "Semuanya akan kami serahkan ke DPP, karena bagaimana pun mekanisme penetapannya ada di DPP," ujar Tatu.

    Andika Hazrumy berujar siap bertarung pada Pilkada Banten. Dia optimistis mampu membangkitkan kejayaan Golkar seperti sebelumnya. “Bagaimana pun saya dipercaya untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar ke depan,” katanya.

    Menurutnya, saat ini ia masih harus menunggu satu tahapan lagi, yakni keputusan final DPP Partai Golkar. “DPP mungkin akan mengumumkan hasilnya di awal akhir Juni atau awal Juli,” katanya.

     WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.