Puluhan Warung di Pantai Tasikmalaya Roboh Diterjang Ombak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedagang dan pengelola jasa sewa gazebo di Pantai Drini berusaha memperbaiki gazebo yang roboh akibat terjangan gelombang tinggi yang terjadi di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, 24 Mei 2016. Gelombang tinggi air laut mencapai 5 meter dan menjorok 20 meter dari bibir pantai merobohkan sejumlah fasilitias di pantai Drini. TEMPO/Pius Erlangga

    Sejumlah pedagang dan pengelola jasa sewa gazebo di Pantai Drini berusaha memperbaiki gazebo yang roboh akibat terjangan gelombang tinggi yang terjadi di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, 24 Mei 2016. Gelombang tinggi air laut mencapai 5 meter dan menjorok 20 meter dari bibir pantai merobohkan sejumlah fasilitias di pantai Drini. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Puluhan warung di Pantai Pamayangsari, Pantai Sindangkerta dan Pantai Pasanggrahan, Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya, roboh diterjang gelombang pasang setinggi 5 meter.

    Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Nining, menjelaskan gelombang masih tinggi hingga Kamis siang, 9 Juni 2016. "Ombak masih tinggi di Pamayangsari dan Sindangkerta," ujar dia saat dihubungi.

    Menurut Nining, selama terjadinya gelombang pasang, tiga warga mengalami luka lecet akibat  tertimpa reruntuhan warung yang ambruk. Korban tertimpa saat berusaha menyelamatkan barang dagangannya. "Luka lecet, tapi sudah ditangani," imbuhnya.

    Air yang naik, kata dia, sempat masuk ke satu rumah warga di Ciandum dan dua rumah di Sindangkerta. "Di Pamayangsari puluhan warung roboh," ujarnya.

    Warga setempat, Imat, mengaku baru kali pertama melihat gelombang pasang yang sangat dahsyat ini. Menurutnya warga pemilik warung masih berupaya mengevakuasi barang dagangan. "Seperti ombak besar ini baru sekarang. Yang jualan pada ngungsi."

    Menurut Imat, hingga Kamis siang gelombang masih tinggi. Empasan air menghantam reruntuhan warung dan gazebo  di pinggir pantai. "Ngeri lihat air seperti ini," kata dia.

    Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin menambahkan selain merusak warung, gelombang pasang juga mengakibatkan satu perahu rusak. Saat gelombang cukup tinggi hari Rabu kemarin, warga sempat ada yang mengungsi. "Sekarang sudah balik lagi ke rumah masing-masing. Kami imbau warga agar tetap waspada, hindari pantai," kata Kundang.

    Kerugian akibat bencana ini, kata Kundang, belum dipastikan karena dia  belum menerima laporan dari relawan dan pemerintah kecamatan setempat. Gelombang tinggi tersebut, kata Kundang, kemungkinan masih akan berlanjut hingga Ahad. "Informasi dari BMKG, sampai tanggal 12 Juni," ujarnya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.