Pencarian Pendaki Swiss yang Hilang di Semeru Dilanjutkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan puncak Gunung Semeru dilihat dari posko Kalimati, 12 Mei 2015. Kalimati juga merupakan tempat para pendaki mendirikan tenda untuk bermalam menghilangkan lelah sejenak sebelum menuju puncak. TEMPO/Nur Septia Wilda

    Pemandangan puncak Gunung Semeru dilihat dari posko Kalimati, 12 Mei 2015. Kalimati juga merupakan tempat para pendaki mendirikan tenda untuk bermalam menghilangkan lelah sejenak sebelum menuju puncak. TEMPO/Nur Septia Wilda

    TEMPO.CO, Lumajang - Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Kennedy, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan terbuka mulai dilakukan  terhadap pendaki asal Swiss, Lionel Du Creaux, yang diduga tersesat di Gunung Semeru, Kamis, 9 Juni 2016. Creaux diketahui mendaki sejak Jumat, 3 Juni dan dilaporkan hilang pada Selasa sore, 7 Juni 2016.

    John berujar sejak Rabu kemarin Balai Besar Taman Nasional telah memberangkatkan 20 orang menuju pos Kalimati. "Selanjutnya pada pukul 14.00 WIB, tim dipecah menjadi tiga," katanya melalui pesan WhatsApp.

    Sasaran Tim 1, kata dia, melakukan pencarian di areal Arcopodo, Tim 2 di Sumbermani, dan tim 3 ke blank 75. Tim 1 dan 2 belum menemukan tanda-tanda jejak survivor. Adapun Tim 3 mendapati jejak-jejak baru berupa patahan-patahan ranting pohon mengarah ke Tawonsongo.

    Tawonsongo merupakan lokasi tempat hilangnya tiga pendaki asal Cirebon yakni, Supyadi dan Zirly, beberapa waktu lalu. Dengan kondisi alam yg tidak memungkinkan, kata John, akhirnya tim kembali ke Pos Kalimati. Kemudian pada Kamis, 9 Juni 2016, diberangkatkan lagi 24 personil  gabungan SAR, BPBD Lumajang dan Basarnas Pos Surabaya. "Fokus pencarian pada blank 75 dengan adanya indikasi petunjuk-pentunjuk Tim 3," katanya.

    Informasi hilangnya Creaux disampaikan rekannya, Alice Guignard, yang lebih dulu ditemukan pada Senin, 6 Juni 2016 di sekitar Arcopodo oleh seorang pemandu wisata yang sedang mengantar tamunya. 

    Menurut John, Creaux tergolong pendaki ilegal karena tidak melaporkan aktivitas pendakiannya ke otoritas setempat. Creaux dan Alice berangkat dari Malang dan masuk Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang pada pukul 07.00 WIB. Mereka langsung menuju lokasi pendakian tanpa melapor ke pos dan tanpa register.

    Pada pukul 10.22 WIB perjalanan mereka sampai di Ranu Kumbolo dan melanjutkankan ke Kalimati. Tiba di Kalimati sekitar pukul 11.55 WIB. Selanjutnya mereka mendaki ke puncak dan sampai di daerah Watu Gede sekitar pukul 14.01 WIB. Pada pukul 17.47 WIB, Alice tidak melanjutkan perjalanan ke puncak karena tidak kuat dan kembali ke Kalimati. Namun Creaux tetap melanjutkan ke puncak.

    Karena tidak tahu jalan, Alice tersesat tidak melalui jalur sebelumnya. Dia malah menuju punggung bukit arah Arcopodo. Di lokasi itu Alice bertahan dan menunggu selama dua hari. Pada Senin, 6 Juni 2016, Alice ditemukan Heri Sumantri dari Tim Haspala Malang yang sedang memandu tamu.

    Alice ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB setelah teriakan minta tolongnya kebetulan didengar Heri. Alice segera dibawa turun. Pada Selasa sore, 7 Juni 2016, Alice melaporkan secara resmi kronologi hilangnya Creaux kepada petugas di Resort Ranu Pani.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.