Ditinggal Tarawih, Rumah Anggota Dewan Dibobol Maling  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. thesun.co.uk

    Ilustrasi. thesun.co.uk

    TEMPO.COKarawang - Pendi Anwar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengaku sangat shock. Rumahnya dibobol maling ketika ditinggal salat tarawih di masjid dekat rumahnya, pada Selasa malam, 7 Juni 2016.

    Kawanan maling menggondol sejumlah perhiasan, uang, dan kendaraan. "Rumah saat itu sedang kosong, karena kami sekeluarga sedang tarawih di masjid kompleks," katanya, kepada awak media, Rabu, 8 Juni 2016.

    Sekitar pukul 20.30 WIB, saat pulang tarawih, Pendi merasa heran melihat pagar rumahnya terbuka. Ia semakin lemas ketika mobil dinasnya, Avanza Velloz berwarna putih, dan sepeda motor Yamaha Mio yang terparkir sudah tidak ada di garasi. "Di situ saya langsung lemas. Pasti ada pencuri masuk," ucapnya.

    Keadaan rumahnya berantakan. Lemari dalam keadaan terbuka. Ketika memeriksa lemari di kamarnya, istri Pendi yang selanjutnya kaget. "Perhiasan emas 20 gram dan uang tunai Rp 2 juta juga hilang," katanya.

    Pendi kemudian lapor polisi. Petugas identifikasi pun langsung melakukan pemeriksaan di Perumahan Nasional Telukjambe, Blok I Nomor 441.

    "Diduga pelaku sudah menandai rumah yang selalu kosong saat waktu salat tarawih," kata Kepala Kepolisian Sektor Telukjambe Komisaris Winarsa.

    Ia menambahkan, saat Ramadan, waktu salat tarawih memang menjadi situasi yang kerap dimanfaatkan maling untuk beraksi. "Pelaku lebih leluasa beraksi karena tetangga korban juga salat tarawih. Saat itu, aktivitas warga terpusat di masjid-masjid," ucapnya.

    Menurut seorang warga Telukjambe yang bernama Rudy, wilayah Telukjambe Timur memang rawan pencurian saat Ramadan. "Sering hilang mobil di sini. Mungkin karena dekat tol Karawang Timur, sehingga pelaku mudah kabur ke luar kota," katanya.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.