Lumpur Lapindo Ancam Jalur Mudik, BPLS Bangun Kolam Tampung Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pemandangan yang memperlihatkan terdapat bangunan rumah yang terkubur semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Mei 2016. Semburan lumpur Lapindo terjadi pada 10 tahun lalu yakni pada 29 Mei 2006. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    Sebuah pemandangan yang memperlihatkan terdapat bangunan rumah yang terkubur semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Mei 2016. Semburan lumpur Lapindo terjadi pada 10 tahun lalu yakni pada 29 Mei 2006. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    TEMPO.COSurabaya – Juru bicara Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Khusnul Khuluk, mengatakan BPLS telah membangun saluran-saluran pembuangan air luberan lumpur Lapindo ke arah Sungai Ketapang. Saluran ini mencegah air lumpur menggenangi rel kereta api dan Jalan Raya Porong. 

    "Kami juga telah membangun satu kolam penampungan air beserta sudetannya di dekat Sungai Ketapang," ujarnya kepada Tempo, Rabu, 8 Juni 2016.

    Dia berharap pembangunan itu dapat melancarkan perjalanan arus mudik dengan kereta api saat mudik Lebaran tahun ini. "Insya Allah mudik Lebaran tahun ini tidak terjadi apa-apa," kata Khusnul.

    Jalur rel kereta api yang berada di Jalan Raya Porong termasuk jalur yang diwaspadai PT Kereta Api Indonesia. Menurut juru bicara Daerah Operasi 8 Surabaya, Suprapto, jebolnya tanggul penahan lumpur Lapindo menyebabkan air lumpur dapat meluap melebihi kapasitas tanggul dan menggenangi rel kereta api. "Kalau tergenang, perjalanan kereta api dapat terhambat," tuturnya. 

    Untuk mencegah itu, PT KAI telah meninggikan jalur rel kereta api sampai 60 sentimeter. Peninggian rel itu dilakukan setelah jalur kereta api Porong lumpuh selama dua minggu gara-gara terendam banjir dari lumpur Lapindo. "Mudah-mudahan nanti setelah peninggian sudah tidak terendam lagi, meski banjir," ucapnya. 

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.