KBRI Singapura Terima Permintaan Maaf Relawan Teman Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedua pendiri relawan Teman Ahok yakni Richard Saerang dan Amalia Ayuningtyas langsung disambut puluhan relawan Teman Ahok dan wartawan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kedua pendiri relawan Teman Ahok yakni Richard Saerang dan Amalia Ayuningtyas langsung disambut puluhan relawan Teman Ahok dan wartawan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Minister Counsellor bagian Penerangan dan Sosial Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Dwi Kurnia Indrana Miftach, mengatakan pihaknya sudah menerima permintaan maaf dari Chandra Lie, relawan Teman Ahok yang menjelekkan nama KBRI Singapura di akun Facebook pribadinya.

    “Yang bersangkutan telah datang ke KBRI Singapura untuk meminta maaf dengan penuh kesadaran,” kata Dwi, yang akrab disapa Dwiky, kepada Tempo, melalui pesan pendek, Rabu 8 Juni 2016.

    Baca: Buntut Dua Teman Ahok Diinterogasi, Batman pun Beraksi

    Dwiky melanjutkan, pihaknya menyampaikan kepada Chandra Lie bahwa KBRI bertugas melindungi WNI. Hal itu pun dilakukan tanpa pamrih. Namun KBRI tidak akan menoleransi fitnah dan kebohongan, terlebih KBRI adalah institusi negara yang resmi.

    Menurut Dwiky, KBRI harus dijaga marwahnya bersama-sama, baik itu WNI maupun diaspora di mana pun berada. Kemudian, Dwiky mengungkapkan, pihaknya tak meneruskan polemik di media sosial.

    Sebelumnya, KBRI Singapura, dalam halaman Facebook-nya, menuliskan akan memproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku perihal kata-kata Chandra Lie di akun Facebook miliknya. Namun, di halaman Facebook KBRI Singapura, Chandra Lie meminta maaf kepada pihaknya dan mengatakan sudah menghapus semua unggahan yang menjelekkan KBRI.

    Dalam permintaan maaf itu, Chandra menuliskan tindakannya saat itu tidak benar dan tidak berdasar. Chandra mengaku sedang emosi kala itu. Ia berjanji akan mengunggah ungkapan permintaan maafnya dalam 7 hari ke depan, terhitung dari unggahan permintaan maaf yang pertama, yaitu Selasa, 7 Juni 2016.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.