4 Ajudan Nurhadi Mangkir Lagi, KPK Akan Jemput Paksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurhadi Memenuhi Panggilan Penyidik KPK untuk Diperiksa, 24 Mei 2016. TEMPO/Maya Ayu

    Nurhadi Memenuhi Panggilan Penyidik KPK untuk Diperiksa, 24 Mei 2016. TEMPO/Maya Ayu

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi berencana memanggil paksa empat anggota Polri yang merupakan ajudan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Keempat anggota polisi tersebut kembali mangkir dari pemanggilan KPK terkait dengan kasus suap panitera di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    "Keempatnya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka DAS dan sampai saat ini tidak hadir tanpa keterangan," kata pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak di kantornya, Selasa, 7 Juni 2016. “Karena ini sudah panggilan yang kedua, panggilan berikutnya nanti bisa dijemput paksa.”

    Keempat polisi tersebut adalah Brigadir Dwianto Budiawan, Brigadir Fauzi Hadi Nugroho, Brigadir Ari Kuswanto, dan Ipda Andi Yulianto. Mangkirnya empat anggota Polri ini mirip dengan Royani, sopir Nurhadi yang hingga kini tak diketahui keberadaannya. Hingga saat ini, penyidik belum berhasil menemukan Royani.

    Kasus suap ini terungkap saat KPK menangkap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dan Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Aryanto Supeno. Doddy diduga menyuap Edy terkait dengan pengajuan peninjauan kembali perkara yang menjerat Grup Lippo.

    Lembaga antikorupsi menduga ada keterlibatan Nurhadi dalam kasus suap itu. Saat penyidik menggeledah rumahnya, ditemukan sejumlah duit dan dokumen yang diduga berhubungan dengan perkara ini.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.