Bursa Calon Kapolri: Budi Gunawan & Budi Waseso Bersaing?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan, Irwasum Komjen Dwi Priyatno, dan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso, mengikuti Upacara korps kenaikan pangkat di Mabes Polri,Jakarta, 3 September 2015. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menaikkan pangkat Kapolda Papua Paulus Waterpauw. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Dari kiri: Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan, Irwasum Komjen Dwi Priyatno, dan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso, mengikuti Upacara korps kenaikan pangkat di Mabes Polri,Jakarta, 3 September 2015. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menaikkan pangkat Kapolda Papua Paulus Waterpauw. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa pencalonan Kepala Polri kian memanas seiring dengan semakin dekatnya masa pensiun Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Nama Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan dan Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso disebut-sebut merupakan kandidat terkuat.

    Selain dua Budi itu, ada lima perwira berpangkat Komisaris Jenderal yang berpeluang mendapat posisi nomor satu di Korps Tribarata. Mereka adalah Dwi Priyatno, Tito Karnavian, Putut Eko Bayu Seno, Syafruddin, dan Suhardi Alius. "Namun Budi Gunawan dan Budi Waseso yang terkuat," kata anggota Komisi Hukum dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Junimart Girsang, Senin, 6 Juni 2016.

    Baca: IPW: Tito Karnavian Calon Kapolri Masa Depan, Bukan Sekarang

    Menurut Junimart, PDIP menyerahkan pemilihan Kapolri kepada Presiden Joko Widodo. "Partai belum memutuskan dukungan tertentu terhadap satu calon," katanya. Sikap PDIP ini agak melunak. Padahal, awal 2015, partai berlambang kepala banteng itu paling getol menyorongkan nama Budi Gunawan.

    Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Aboe Bakar Alhabsyi, menilai, Budi Gunawan layak menjabat Kapolri. Sebab, Budi Gunawan memiliki latar belakang penugasan yang lengkap. 

    Begitu juga yang dikatakan oleh Ketua Komisi Hukum DPR Bambang Soesatyo. Ia berpendapat, dari semua calon, hanya Budi Gunawan yang sudah teruji. "Dia lolos uji kelayakan dan kepatutan beberapa waktu lalu," kata politikus Golkar itu. Budi Gunawan memang sempat lolos tes pada Januari 2015, tapi batal dilantik karena tersandung kasus rekening gendut dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Wakil Ketua Komisi Hukum dari Fraksi Demokrat Benny Kabur Harman mengatakan saat ini status Budi Gunawan bersih. Benny juga menganggap Budi Waseso adalah sosok kedua yang memiliki peluang menjadi Kapolri setelah Budi Gunawan. Menurut dia, Budi Waseso memiliki kinerja baik saat menjabat sebagai Kepala BNN. "Tapi semua terserah Presiden," tuturnya.

    Baca: Presiden Jokowi Bisa Saja Pilih Kapolri di Luar Usulan Kompolnas

    Kemarin, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan sekaligus Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Luhut Panjaitan dikabarkan telah menyerahkan nama-nama calon Kapolri kepada Presiden Joko Widodo. Namun Luhut tidak bersedia berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan kepastian nama Kapolri akan segera diumumkan.

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, Presiden Jokowi sudah mengantongi nama para calon Kapolri. “Presiden sudah tahu,” kata Pramono. Namun, ia menegaskan, Presiden bisa meminta pandangan dari berbagai pihak, termasuk para pembantunya.

    Selain itu, Presiden punya kewenangan penuh memilih Kapolri di luar nama-nama yang diusulkan oleh Kompolnas. “Sampai saat ini belum ada siapa yang akan dinominasikan untuk jadi Kapolri,” kata Pramono.

    Baca: Soal Bursa Kapolri, Budi Gunawan: Cukup, Sudah Ya...

    Budi Gunawan menolak menangapi pertanyaan wartawan tentang pencalonannya sebagai Kepala Polri. "Cukup dan sudah, ya," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan. Adapun Budi Waseso mengatakan, selain jenderal berbintang tiga, para perwira tinggi berbintang dua punya peluang. “Prioritas utama memang bintang tiga, tapi tak tertutup kemungkinan bintang dua," ujarnya.

    HUSSEIN ABRI YUSUF | ISTMAN MP | AGUNG SEDAYU | ANTARA

    Baca juga:
    PilkadaDKI: Inikah 3 Pemicu Ahok Bakal Menyerah pada Partai?
    Tantangan Ramadan: Di Sini Anda Harus Berpuasa Selama 21 Jam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.