Longsor di Agam, Satu Tewas, Satu Belum Ditemukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar SD berangkat Ujian Nasional (UN), melewati tanah berlumpur di Tanah Taban, Agam, Sumatera Barat, 18 Mei 2015. Puluhan pelajar SD harus berjalan kaki sekitar 3 kilometer untuk mengikuti ujian nasional, karena akses di daerah tersebut terputus akibat longsor empat bulan lalu. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Sejumlah pelajar SD berangkat Ujian Nasional (UN), melewati tanah berlumpur di Tanah Taban, Agam, Sumatera Barat, 18 Mei 2015. Puluhan pelajar SD harus berjalan kaki sekitar 3 kilometer untuk mengikuti ujian nasional, karena akses di daerah tersebut terputus akibat longsor empat bulan lalu. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.COPadang - Tanah longsor yang terjadi di Jorong Mudiak Palupuah, Nagari Koto Rentang, Kecamatan Palupuluah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu, 4 Juni 2016, menyebabkan satu orang tewas dan satu lagi belum ditemukan. Korban tewas diketahui bernama Mila, 12 tahun.

    "Untuk sementara, ada dua korban. Satu ditemukan meninggal. Satu lagi masih dicari," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Agam Yunaidi S., Senin, 6 Juni 2016.

    Korban ditemukan pada Ahad, 5 Juni, sekitar pukul 19.00 WIB di sungai, sekitar 60 meter dari lokasi tanah longsor. Setelah diidentifikasi, korban diketahui berjenis kelamin perempuan bernama Mila, warga Pagadih Palupuah.

    Saat ini, tim SAR masih mencari satu korban lagi yang diduga tertimbun atau terseret material longsor. Korban bernama Dulfitri, 25 tahun.

    Camat Palupuah Herizon mengatakan awalnya ada warga Pagadih Palupuah melaporkan kehilangan anaknya pada Ahad kemarin. Lalu, dua jam kemudian, tim SAR menemukan seorang warga yang terseret tanah longsor. Setelah diidentifikasi, korban yang ditemukan cocok dengan laporan warga tersebut.

    "Makanya kami nyatakan ada satu korban lagi yang belum ditemukan. Sesuai dengan laporan warga," ujarnya. 

    Tanah longsor menutupi Jalan Lintas Bukittinggi-Medan, kilometer 22, tepatnya di Jorong Mudiah Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuan, Kabupaten Agam, sejak Sabtu lalu. Tidak ada hujan dan angin, tiba-tiba tebing longsor. Tanah tebing itu memang labil. Sebab, materialnya pasir yang rapuh.

    Hal itu menyebabkan jalur Bukittinggi, Sumatera Barat, menuju Medan, Sumatera Utara, terputus selama 24 jam. "Pukul 16.00 WIB, jalur tersebut baru bisa dilalui," ujar Herizon.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.