Soal Bursa Kapolri, Budi Gunawan: Cukup, Sudah Ya...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (kanan) berbincang bersama Wakapolri Komjen Budi Gunawan (kiri) usai memberikan santunan kepada keluarga korban teror Thamrin di kompleks Mabes Polri, Jakarta, 22 Januari 2016. Teror Sarinah terjadi pekan lalu, tepatnya pada Kamis, 14 Januari 2016. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (kanan) berbincang bersama Wakapolri Komjen Budi Gunawan (kiri) usai memberikan santunan kepada keluarga korban teror Thamrin di kompleks Mabes Polri, Jakarta, 22 Januari 2016. Teror Sarinah terjadi pekan lalu, tepatnya pada Kamis, 14 Januari 2016. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Jenderal Budi Gunawan hanya tersenyum ketika wartawan memburunya berkomentar soal namanya yang masuk ke bursa Kepala Polri pengganti Jenderal Badrodin Haiti, yang sebentar lagi pensiun. Ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 6 Juni 2016, Budi Gunawan akhirrnya berkomentar pendek ketika didesak lagi. "Hehe, cukup dan sudah, ya," kata Budi Gunawan di Kompleks Parlemen, Senin, 6 Juni 2016.

    Menurut Budi, kewenangan pergantian maupun perpanjangan masa jabatan Kapolri merupakan hak Presiden Joko Widodo. Apalagi, kata dia, sampai saat ini belum ada putusan dari Presiden.

    Jenderal bintang tiga ini melanjutkan, dia mendukung apa pun yang jadi putusan Presiden. "Apa diperpanjang atau diganti," katanya. "Semua hak prerogatif presiden."

    Sebelumnya, anggota Komisi Hukum DPR, Junimart Girsang, mengatakan ada banyak nama calon kuat menjadi orang nomor satu di Mabes Polri. Namun, kata dia, yang terkuat adalah Budi Waseso dan Budi Gunawan. "Tapi tergantung Presiden," katanya.

    SIMAK: Presiden Jokowi Terima Nama-nama Calon Kapolri

    Adapun status Kapolri saat ini tengah diperdebatkan karena dua hal, yaitu opsi penentuan lewat regenerasi atau perpanjangan jabatan. Mabes Polri dan DPR terbelah di dua opsi tersebut. Sejumlah pihak, seperti Wakil Ketua DPR Fadli Zon, memilih untuk mendukung Kapolri saat ini, Jenderal Badrodin Haiti, diperpanjang dua tahun masa tugasnya. Namun, pihak lain seperti PDIP di satu sisi mendukung regenerasi.

    Apabila regenerasi yang dipilih Presiden Joko Widodo, akan ada tujuh orang Komisaris Jenderal yang bisa menjadi kandidat Kapolri. Beberapa di antaranya Kepala BNN Budi Waseso, Sestama Lemhanas Suhardi Alius, Kepala BNPT Tito Karnavian, Kalemdikpol Syafruddin, Inspektur Pengawasan Umum Dwi Priyatno, dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Putut Eko Bayu Seno.

    Saat pemilihan Kepala Polri Januari 2015, Jokowi mengusulkan Budi Gunawan kepada DPR. Namun, Budi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Jokowi pun akhirnya membatalkan pelantikan Budi meski yang bersangkutan sudah lolos uji kepatutan dan kelayakan di DPR dan memenangi gugatan di praperadilan.

    Jokowi akhirnya menunjuk Badrodin Haiti sebagai Kapolri dan Budi Gunawan menjadi Wakapolri. Hingga saat ini, belum jelas sikap Presiden soal jabatan Kepala Polri.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.