La Nyalla Ditahan Kejaksaan, Pengacara: Dia Rajin Beribadah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka perkara dugaan korupsi dana hibah pada Kamar Dagang Industri Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti tiba di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, 31 Mei 2016. La Nyalla dibawa pulang ke Indonesia, setelah dipulangkan dari tempat pelariannya di Singapura. TEMPO/Dian triyuli Handoko

    Tersangka perkara dugaan korupsi dana hibah pada Kamar Dagang Industri Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti tiba di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, 31 Mei 2016. La Nyalla dibawa pulang ke Indonesia, setelah dipulangkan dari tempat pelariannya di Singapura. TEMPO/Dian triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Tersangka perkara korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti, tak bermuram durja menghadapi dinginnya sel Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung. Menurut kuasa hukumnya, Togar Manahan Nero, pria yang juga masih menjabat Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia itu malah rajin beribadah di balik sel tahanan. 

    "Dan itu kebiasaan dia sehari-hari. Dari dulu, bukan sejak ditahan," ujar Togar kepada wartawan, Minggu, 5 Juni 2016.

    La Nyalla ditahan karena diduga terlibat kasus korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur Rp 5,3 miliar dari total Rp 52 miliar pada 2012. Selain itu, ia terseret perkara pencucian uang hibah Rp 1,3 miliar di institusi yang sama pada tahun yang sama. Uang itu, menurut Kejaksaan, digunakan untuk keperluan pribadi La Nyalla, seperti pembelian saham perdana Bank Jatim.

    La Nyalla ditahan Kejaksaan Agung sejak Selasa lalu setelah dideportasi dari Singapura. Di Singapura, La Nyalla menyembunyikan diri selama kurang-lebih dua bulan dari Kejaksaan dan otoritas Singapura. Ia tertangkap sebulan setelah masa tinggalnya habis.

    Togar melanjutkan, di sel tahanan, La Nyalla menjalankan ibadah, salah satunya dengan berzikir. Zikir dilakukan sambil memegang tasbih atau alat hitung yang biasa digunakan di pesawat. Menurut Togar, La Nyalla rajin melakukan hal itu sejak 1990-an. "Dia selalu pegang tasbih. Dia juga bilang musalanya bagus," ujar Togar.

    Selain rajin beribadah, ucap Togar, La Nyalla sering dijenguk teman-temannya. Terutama yang juga berasal dari bidang olahraga. "Yang saya pernah lihat itu ada pelatih, dari asosiasi pemain, dari Persita. Saya enggak hafal. Orang-orang klublah yang datang," tuturnya.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.