KBRI Singapura: 2 Aktivis Teman Ahok Hanya Di-Interview  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas bersama William, pemilik posko Pluit Village yang mendapat potongan tumpeng pertama, dan Aditya Yogi Prabowo, Ketua Teman Ahok, dalam acara syukuran di Graha Pejaten, Jakarta, 11 April 2016. tEMPO/Friski Riana

    Juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas bersama William, pemilik posko Pluit Village yang mendapat potongan tumpeng pertama, dan Aditya Yogi Prabowo, Ketua Teman Ahok, dalam acara syukuran di Graha Pejaten, Jakarta, 11 April 2016. tEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya membantah dua pendiri Teman Ahok Amalia Ayuningtyas dan Richard Saerang ditahan dan diisolasi oleh otoritas Singapura. “Tolong diluruskan, mereka hanya diinterview,” katanya saat dihubungi Tempo, Ahad, 5 Juni 2016.

    Menurut Swajaya, otoritas Singapura menduga kedatangan Amalia dan Saerang dalam rangka agenda politik. Sebab media di Indonesia memberitakan rencana mereka berdua yang akan bertemu simpatisan selepas acara bazaar. “Sudah tau sebelum mereka datang,” ucapnya.

    Undang-undang Singapura melarang warga negara lain melakukan kegiatan politik. “Kalau sekedar hadiri bazaar tidak masalah,” kata Swajaya.

    Swajaya menjelaskan bahwa Amalia dan Saerang rencanaya akan segera dipulangkan oleh pihak imigrasi Singapura selepas diperiksa. Tapi, waktu yang sudah malam dan tiket yang telah kosong membuat kepulangan mereka tertahan.

    Kepulangan Amalia dan Saerang akhirnya difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia yang bekerja sama dengan otoritas Singapura. Saat ini, kata Swajaya, mereka berdua telah bersama staf KBRI dan akan pulang pagi ini. “Fasilitasi ini berarti kami bantu carikan tiket dan sebagainya,” tuturnya.


    SIMAK: Dua Pendiri Teman Ahok Tertahan di Imigrasi Singapura

    Swajaya juga membantah bila pihak otoritas Singapura mencegah KBRI untuk berkomunikasi dengan Amalia dan Saerang. Menurutnya pihak Singapura sangat kooperatif dengan KBRI.

    Swajaya menuturkan pihak KBRI pertama kali mengetahui nasib Amalia dan Saerang saat diberi tahu rekan mereka yang ada di Singapura. Sementara itu, di Indonesia berita ditahan dan diisolasi Amalia dan Saerang muncul pertama kali dalam akun Instagram Teman Ahok. “Tidak benar itu (ditahan dan diisolasi), asalnya juga dari media sosial kan?” katanya.

    Sebelumnya, Salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widiyastono, mengatakan keduanya ditahan dengan status Unwanted Person. “Kami masih belum mengetahui alasan pasti mengapa mereka dianggap orang yang mencurigakan di Singapura,” kata Singgih saat dihubungi Tempo, Sabtu, 4 Juni 2016.

    Singgih mengatakan Amalia dan Richard terbang ke Singapura untuk memenuhi undangan acara Food Festival. Menurut Singgih, undangan ditujukan untuk pribadi, bukan atas nama Teman Ahok.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.