Taruna TNI AU Meninggal, Diduga Karena Dianiaya Seniornya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota TNI AU mencium badan pesawat boeing 737-200 saat tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, 25 April 2016. TEMPO/Fahmi Ali

    Seorang anggota TNI AU mencium badan pesawat boeing 737-200 saat tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, 25 April 2016. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Bandung - Taruna Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Landasan Udara Sulaiman, Kabupaten Bandung  Sersan Dua Septian Wahyu Sarjono meninggal dunia.

    Kematian Septian diduga akibat dianiaya oleh pengasuhnya. Siswa jurusan Kejuruan Dasar Listrik dan Elektronika (Sejursarlislek) Skadron Pendidikan 203  itu mengembuskan napas terakhir saat mengikuti apel malam di barak markas TNI AU Lanud Sulaiman, Rabu malam, 1 Juni 2016.

    Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Penerbang Mohammad Syafii membenarkan ada prajuritnya yang meninggal saat mengikuti apel malam. Menurut dia korban sedang melaksanakan orientasi pendidikan.

    Sekitar pukul 23.00, kata dia, diadakan apel malam. Di apel malam, korban mengeluh sakit dan tidak sadarkan diri. Pengasuh melapor ke tim medis. Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Sulaiman dan dirujuk ke Rumah Sakit Salamun. "Dirawat sehari lalu meninggal," ujar Syafii di Lanud Sulaiman, Sabtu, 4 Juni 2016.

    Syafii mengaku belum bisa memastikan apakah Septian meninggal akibat dianiaya oleh pengasuhnya atau ada penyebab lain. "Penyebab meninggalnya lagi kami cari," kata dia.

    Berdasarkan informasi yang didapatkan Tempo, Septian meninggal setelah dipukul di bagian ulu hati oleh pengasuhnya berinisial Mayor Penerbang TBP. Dugaan aksi penganiayaan tersebut dilakukan TBP setelah mendengar ada taruna yang melecehkan siswa-siswa di jurusan lain.

    Menanggapi hal tersebut, Syafii mengatakan saat ini pihaknya tengah mencari tahu apa penyebab meninggalnya Septian. Dia belum bisa memastikan benar tidaknya informasi tersebut. Namun, sampai saat ini Mayor TBP beserta sejumlah saksi tengah diperiksa oleh Polisi Militer.

    "Andai saja saya melihat sendiri saya akan katakan iya. Kita sedang mengembangkan. Saya pun berharap prosesnya lebih cepat lebih baik. Apakah bener ada kesalahan prosedur bahkan tindakan pidana, nanti kita tunggu," ujarnya.

    Septian dinyatakan meninggal pada Jumat malam, 3 Juni 2016. Pada Sabtu siang, jenazah Septian telah dimakamkan di Desa Kragan, RT 20 RW 11, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

    IQBAL T. LAZUARDI S

    Baca juga:
    Bunuh Diri Mahasiswa UI: 3 Alasan Kenapa Rahasia Ini Perlu Diungkap
    Mahasiswa UI Bunuh Diri: Teman Kos Mulai Takut Karena...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.