Diperiksa 9 Jam, Nurhadi Dicecar Soal Duit Suap PN Jakpus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurhadi Memenuhi Panggilan Penyidik KPK untuk Diperiksa, 24 Mei 2016. TEMPO/Maya Ayu

    Nurhadi Memenuhi Panggilan Penyidik KPK untuk Diperiksa, 24 Mei 2016. TEMPO/Maya Ayu

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi keluar dari ruang pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi dengan pengawalan ketat. Di kanan-kirinya polisi, dan depan serta belakangnya pengawal pribadi.

    Setelah menjalani pemeriksaan mulai pukul 08.55 WIB, Nurhadi baru keluar pada waktu magrib. Dia sempat tersenyum saat menyaksikan awak media berjajar mencegatnya di depan pintu gedung KPK.

    Ia sempat meminta kepada awak media untuk memberinya jalan. Namun, awak media tak mau mundur dan tetap berusaha mendapatkan keterangan darinya. Soal pemeriksaan hari ini, ia menjawab singkat, "Untuk klarifikasi."

    Pemeriksaan Nurhadi kali ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya, yaitu masih terkait dengan kasus suap Panitera PN Jakarta Pusat. Menurut Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, pemanggilan Nurhadi kali ini untuk meminta klarifikasi soal duit yang digunakan Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Aryanto Supeno untuk menyuap.

    Saat ditanya apakah mengenal Doddy, Nurhadi membantah. "Enggak kenal," katanya.

    Awak media juga kembali memberondongnya dengan pertanyaan lain. "Pak, di mana Royani (sopir Nurhadi yang mangkir dari penyidikan)?" Dia menjawab setengah teriak, "Saya enggak tahu!" Royadi diduga diperintah untuk melarikan diri.

    Setelah bersusah payah, Nurhadi akhirnya bisa menerobos kerumunan wartawan. Pria yang mengenakan kemeja batik cokelat itu kemudian langsung masuk ke mobil Toyota Fortuner warna hitam yang menjemputnya. Pada pemeriksaan sebelumnya, ia dijemput dengan mobil Mitsubishi Pajero warna putih.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.