Ramadan, Gubernur Aceh Klaim Stok Pangan di Daerahnya Aman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Aceh Zaini Abdullah memberikan penghormatan kepada bendera merah putih saat dikibarkan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 68 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, (17/8). Tempo/Adi Warsidi

    Gubernur Aceh Zaini Abdullah memberikan penghormatan kepada bendera merah putih saat dikibarkan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 68 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, (17/8). Tempo/Adi Warsidi

    TEMPO.COBanda Aceh - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menjamin ketersediaan bahan pangan, BBM, listrik, dan arus mudik selama Ramadan. "Rapat telah dilaksanakan, semuanya dipastikan aman," katanya dalam pernyataan tertulis, Kamis, 2 Mei 2016.

    Rapat yang dilaksanakan pada Rabu di Pendapa Gubernur Aceh itu diikuti stakeholder yang berkaitan dengan masalah pangan, BBM, dan listrik di Aceh. Zaini Abdullah mengatakan sudah melakukan pengecekan langsung ke gudang beras Bulog Lambaro dan gudang gula PT Kande Agung, Lueng Bata, untuk memastikan persediaan beras dan gula selama Ramadan.

    Selain itu, Zaini telah melakukan sidak ke Pasar Peunayong untuk melihat langsung ketersediaan dan harga kebutuhan pokok. Zaini mengatakan persediaan kebutuhan pokok untuk menghadapi bulan puasa masih mencukupi dan harganya pun belum mengalami kenaikan signifikan. "Kita akan terus memantau harga barang di pasar."

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Arifin Hamid mengatakan stok gula saat ini sebanyak 3.000 ton dan akan terus dipasok lagi untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan. Selain itu, untuk kebutuhan pokok lain, seperti minyak goreng, tepung terigu, dan daging ayam, juga mencukupi.

    Terkait dengan persoalan listrik, GM PLN Aceh Bob Saril mengatakan, selama Ramadan, kebutuhan listrik di Aceh akan terpenuhi. “Tidak akan ada pemadaman kecuali jika disebabkan kondisi alam,” ujarnya.

    Adapun terkait dengan mudik Lebaran, Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Aceh Al Qadri menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk keamanan lalu lintas. “Termasuk melakukan pengecekan ruas jalan di seluruh Provinsi Aceh.”

    Qadri menambahkan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Organda untuk memastikan armada transportasi selama mudik cukup. “Kita sudah menyiapkan sepuluh kendaraan tambahan berupa bus untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini,” tuturnya.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.