Pernah ke Makam Karl Marx, Fadli Zon: Saya Hobi Ziarah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengunjungi Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, Senin, 18 April 2016. Tempo/Danang

    Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengunjungi Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, Senin, 18 April 2016. Tempo/Danang

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menanggapi foto yang memuat gambar dirinya berkunjung ke makam Karl Marx, yang disebut sebagai bapak komunisme. Foto itu menjadi bahan pembicaraan lantaran Fadli menghadiri Simposium Anti-PKI dan dengan tegas menolak komunisme.

    "Hobi. Saya ini hobinya ziarah. Saya ziarah ke semua tokoh bangsa, dari kiri ke kanan," kata Fadli di Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 2 Juni 2016.

    Fadli mengaku sudah banyak mengunjungi makam tokoh besar dari segala bidang, mulai tokoh politik, agama, hingga seni. "Nabi-nabi semua saya ziarahin. Saya sudah ke (makam) Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim, Nabi Yakub, termasuk ke makam Bethoven, Karl Marx, Lenin," katanya.

    Menurut Fadli, tak ada korelasi antara pemikiran yang dianutnya dengan foto yang diambil saat ia masih muda tersebut. Dengan kunjungan itu, kata dia, bukan berarti Fadli kagum dengan Karl Marx. "Kalau saya ziarah, tak harus kagum. Saya malah banyak mengkritisi karena teori dia (Marx) banyak yang gagal," tutur Fadli.

    Fadli mengatakan foto yang tersebar di media sosial sejak 2014 itu tak lebih dari pengalamannya mengunjungi tempat terkenal untuk belajar sejarah. "Sama saja seperti mengunjungi makam Wali Songo, kan? Jadi cuma ziarah saja buat pengetahuan."

    Fadli hadir di hari kedua Simposium Anti-PKI. Ia menjadi salah satu pembicara perihal aspek konstitusi. Dia mengaku mendukung butir-butir rekomendasi yang dihasilkan simposium, yang digagas kelompok purnawirawan TNI dan organisasi masyarakat tersebut.

    "Rekomendasi itu sangat rasional dan berdasarkan fakta sejarah. Saya kira (saya) mendukung rekomendasi itu," ujar Fadli. Menurut dia, rekomendasi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk menyusun kebijakan penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia masa lalu.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.