Refocusing Program-program Prioritas Kementerian

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengembangan daerah tertentu hanya bisa terwujud bila terbangun sinergi dan dukungan bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

    Pengembangan daerah tertentu hanya bisa terwujud bila terbangun sinergi dan dukungan bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

    INFO NASIONAL - Sejalan dengan upaya percepatan pembangunan disertai penguatan dan pemberdayaan pengembangan daerah tertentu. Presiden mengarahkan untuk refocusing dari program-program prioritas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Sebagai tindak lanjut, Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi telah menginstruksikan kepada seluruh direktorat jenderal untuk melakukan refocusing dan reprogramming kegiatan dan anggaran yang telah direncanakan selama ini.

    Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi (KemenDesa), implikasi dari refocusing yang dilakukan sangat signifikan yakni berupa pengurangan jenis menu bantuan pemerintah yang sebelumnya berjumlah 26 jenis menu menjadi 10 menu bantuan pengembangan daerah tertentu.

    Kesepuluh menu terdiri dari bantuan prasarana dan sarana dasar dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), air bersih (PSAB), telekomunikasi, dan informasi. Kemudian peningkatan konektivitas wilayah dalam bentuk jalan poros, dermaga/tambatan perahu, bantuan kapal penumpang dan barang untuk daerah perbatasan serta pulau kecil dan terluar, lalu bantuan pengurangan risiko bencana longsor dan banjir melalui pembangunan bronjung dan talud.

    Kemudian ditambah peralatan early warning system (EWS) untuk daerah rawan bencana serta bantuan pembangunan embung dan sumur bor tenaga surya untuk irigasi di daerah rawan pangan. Juga bantuan rehabilitasi pasar dan pembangunan balai perdamaian untuk daerah pasca konflik.

    Dalam implementasinya, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi berkoordinasi dan konsultasi dengan kementerian/lembaga terkait. Percepatan pembangunan perbatasan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) sedangkan untuk pulau kecil dan terluar dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Untuk daerah rawan bencana dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Untuk daerah rawan konflik dengan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kemendagri, dan Kementerian Sosial. Serta untuk daerah rawan pangan dengan Kementerian Pertanian, khususnya Badan Ketahanan Pangan.

    Masing-masing program unggulan pengembangan daerah tertentu difokuskan pada upaya percepatan pembangunan daerah tertentu sekaligus kontribusi dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal. Hal ini mengingat sebagian besar daerah tertentu masih dikategorikan sebagai daerah tertinggal.

    Sebagai upaya pengurangan jumlah daerah tertinggal pada periode 2015-2019, percepatan pengembangan daerah tertentu, diharapkan dapat berkontribusi untuk mengurangi sedikitnya 50 kabupaten daerah tertinggal. Dalam Peraturan Presiden 131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019 ditargetkan sedikitnya 80 daerah tertinggal bisa terentaskan dari total 122 kabupaten daerah tertinggal.

    Dengan demikian, peranan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi dalam pengembangan daerah tertentu secara tegas difokuskan. Sesuai dengan Nawa Cita ketiga untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah, khususnya mempercepat pengentasan ketertinggalan daerah. Di dalamnya, sekaligus untuk memperkuat kapasitas daerah dalam percepatan pengembangan daerah tertentu, terutama di perbatasan dan pulau kecil dan terluar. Termasuk peningkatan ketangguhan daerah untuk menghadapi kerawanan bencana, kerawanan pangan, serta penanganan pasca konflik secara mandiri dan berkelanjutan.

    Namun, pengembangan daerah tertentu hanya bisa terwujud bila terbangun sinergi dan dukungan bersama dari seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah. (*)


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.