Polisi Sita Ratusan Ribu Mercon di Pantura Jawa Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa warung  yang menjual petasan di kawasan Pasar Bulu, Semarang, Kamis (20/8). Meski telah dilarang, penjualan petasan kian marak seiring datangnya bulan Ramadhan. Foto: TEMPO/Budi Purwanto

    Polisi memeriksa warung yang menjual petasan di kawasan Pasar Bulu, Semarang, Kamis (20/8). Meski telah dilarang, penjualan petasan kian marak seiring datangnya bulan Ramadhan. Foto: TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Brebes - Kepolisian Resor Brebes, Jawa Tengah, menyita 360 ribu petasan jenis korek api dari seorang pengendara mobil yang tengah melintas di Jalan Pantura Losari pada Selasa malam, 31 Mei 2016. Kepala Polres Brebes Ajun Komisaris Besar Lutfie Sulistiawan mengatakan polisi menyita petasan itu saat melaksanakan Patroli Cipta Kondisi menjelang Ramadan.

    "Pelaku ditangkap saat petugas mencurigai sebuah kendaraan mobil bak terbuka yang tiba-tiba menghindari iring-iringan petugas yang sedang melakukan patroli," ucap Lutfie, Kamis, 2 Juni 2016.

    Mobil biru itu melaju dari arah Cirebon masuk perbatasan Losari, Brebes. “Karena curiga, anggota kami langsung mengejar dan menangkap,” ujarnya. Polisi juga menahan mobil Mitsubhisi T120 dengan nomor polisi D-8812-XD itu.

    Kasus ini tengah ditangani Kepolisian Sektor Losari. Kepala Polsek Losari Ajun Komisaris Suraedi menuturkan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi mobil itu, yakni Abeth Harya. Dia merupakan warga Desa Megu Gede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

    Adapun barang bukti berupa petasan sebanyak 360 ribu buah dengan berat sekitar 1,5 kuintal itu disita polisi. Ihwal motif pelaku dan ke mana petasan itu akan diedarkan, polisi masih menyelidikinya. “Masih kami selidiki,” ucap Suraedi.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.