Warga Pantai Mukomuko Lari ke Tempat Tinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gempa yang mengguncang Solok, Sumatera Barat, pada Maret 2007. TEMPO/ Nickmatulhuda

    Gempa yang mengguncang Solok, Sumatera Barat, pada Maret 2007. TEMPO/ Nickmatulhuda

    TEMPO.COMukomuko, Bengkulu - Sebagian warga sepanjang pesisir pantai di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis pagi mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi adanya gempa bumi yang disusul dengan naiknya gelombang laut atau tsunami.

    Berdasarkan pantauan di Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko, Kamis pagi, 2 Juni 2016, warga di wilayah itu mengungsi setelah merasakan getaran gempa bumi yang cukup kuat mengguncang Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

    Warga Bandar Ratu, Budi Hartono, menyebutkan, saat ini di sepanjang jalan dua jalur menuju rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat, seperti jalan raya, ramai dengan kendaraan roda dua dan empat yang mengarah ke lokasi yang lebih tinggi.

    "Jalan ini seperti 'jalan tol' karena banyak kendaraan dari arah pantai yang menuju wilayah yang lebih tinggi," ujar Budi.

    Budi mengatakan, setiap terjadi gempa bumi, jalan di depan rumahnya selalu ramai oleh kendaraan warga, terutama mobil yang meluncur ke wilayah itu.

    Sebab, menurut Budi, wilayah Satuan Pemukiman (SP) VI Kecamatan Air Manjuto menjadi lokasi alternatif bagi warga setempat untuk menyelamatkan diri dari tsunami.

    "Lokasinya tinggi, sehingga warga ke atas semua," ujar Budi.

    Sementara itu, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi berkekuatan 6,5 skala Richter itu terjadi pada 2 Juni 2016 pukul 05.56 WIB. Lokasi 2.29 Lintang Selatan, 100.46 Bujur Timur pada 79 kilometer barat daya Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.