BMKG Pastikan Gempa Tak Berpotensi Tsunami  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa berlindung di bawah meja saat simulasi bencana gempa bumi di SMP dan SMK DEK Padang, Sumbar (6/7). Selain latihan siaga bencana gempa dan tsunami, pelatihan ini juga mengajarkan P3K dasar dan kegiatan bertahan hidup lainnya. Tempo/Febrianti

    Sejumlah siswa berlindung di bawah meja saat simulasi bencana gempa bumi di SMP dan SMK DEK Padang, Sumbar (6/7). Selain latihan siaga bencana gempa dan tsunami, pelatihan ini juga mengajarkan P3K dasar dan kegiatan bertahan hidup lainnya. Tempo/Febrianti

    TEMPO.COJakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumatera Barat memastikan gempa yang mengguncang Sumatera Barat pada pukul 05.56 WIB dengan kekuatan 6,5 skala Richter tidak berpotensi tsunami.

    "Gempa berpusat di 79 kilometer barat daya Pesisir Selatan, tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang Rahmat Triyono ketika dihubungi dari Padang, Kamis, 2 Juni 2016.

    Gempa yang mengguncang Kota Padang tersebut juga dirasakan hingga ke beberapa daerah, seperti Solok Selatan hingga Kota Solok.

    Salah seorang warga Solok, Joko, mengatakan getaran cukup kuat sehingga warga banyak yang lari ke luar rumah.

    Sedangkan Yogi, seorang warga Kota Padang, mengaku kaget karena suara gemuruh di rumah. Ternyata ada gempa.

    "Saya sedang di dapur, rupanya ada gempa. Saya langsung keluar," kata Yogi.

    Sejumlah warga Indarung, Padang memilih untuk tetap berada di luar rumah hingga keadaan dirasa aman.

    Riri, salah seorang warga Indarung, mengatakan ia memutuskan untuk meliburkan anak sekolah mengantisipasi jika terjadi gempa susulan.

    Hingga saat ini, belum diketahui kerusakan akibat gempa yang berlokasi di 2,29 Lintang Selatan, 100.46 Bujur Timur dengan kedalaman 72 kilometer tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.