Hari Ini Nakhoda Kapal FV Viking Jalani Sidang Perdana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nakhoda kapal Fishing Vessel Viking, Juan Domigo Nelson Venegas Gonzales, di tempat penampungan sementara Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Batam, 18 April 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Nakhoda kapal Fishing Vessel Viking, Juan Domigo Nelson Venegas Gonzales, di tempat penampungan sementara Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Batam, 18 April 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.COJakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan nakhoda dan kepala teknisi kapal Fishing Vessel Viking akan menjalani sidang pertama pada Kamis, 2 Juni 2016. Adapun sidang dua tersangka berkewarganegaraan Cile dan Argentina akan digelar dengan agenda pembacaan surat dakwaan dan pemeriksaan saksi.

    "Saya berharap kasus ini dapat didakwa dengan pasal-pasal yang sesuai dan dihukum seberat-beratnya. Adapun untuk anak buah kapal warga negara Indonesia dan warga negara asing yang berstatus non-yustisial akan dipulangkan ke negaranya," ujar Susi di kediamannya, Jalan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Juni 2016.

    Sebelumnya, menurut Susi, berkas perkara kasus tersebut telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Tanjung Pinang dan dilimpahkan ke pengadilan. Kedua tersangka dikenakan Pasal 85 dan Pasal 93 ayat 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. "Serta Pasal 55 Ayat 1-e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana."

    Baca Juga: Diminta Bebaskan Kapal Asing, Susi: Lebih Baik Saya Mundur 

    Susi bercerita, selama sepuluh tahun terakhir, FV Viking telah beroperasi dengan 12 nama dan delapan bendera. Dalam tiga pemeriksaan yang dilakukan di negara-negara lain, kapten kapal menunjukkan dokumen palsu. FV Viking pun sempat ditahan di Malaysia pada Maret 2015. "Kaptennya diputus bersalah dan dikenakan denda 200 ribu ringgit Malaysia," ujarnya.

    Pada Februari lalu, FV Viking masuk ke wilayah Indonesia tanpa pemberitahuan dan mematikan Automatic Identification System. Kapal itu, menurut Susi, juga membawa alat tangkap berupa gill net sepanjang 339 kilometer. "Ukuran itu bertentangan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikatan yang mensyaratkan panjang maksimal gill net 2,5 kilometer," tuturnya.

    Berita Menarik: Presiden Jokowi Ingin Lulu Hypermarket Jadi Pintu Ekspor 

    Kapal FV Viking ditangkap pada 25 Februari lalu oleh KRI Sultan Thaha Saifuddin milik TNI Angkatan Laut. Menurut Susi, kapal itu ditangkap di Zona Ekonomi Eksklusif, yakni 12,7 mil dari Tanjung Berakit, Riau. Saat ini, kapal FV Viking telah ditenggelamkan dan dijadikan monumen di kawasan Cagar Alam Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.