Jokowi dan Megawati Napak Tilas ke Bekas Penjara Bung Karno  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Kunci Sel No 5, Ahmad, 51 Tahun menyapu sel yang pernah ditempati Sukarno jelang Peringatan Pidato Bung Karno di Bekas Penjara Banceuy, Bandung, Jawa Barat. Selasa, 31 Mei 2016. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Juru Kunci Sel No 5, Ahmad, 51 Tahun menyapu sel yang pernah ditempati Sukarno jelang Peringatan Pidato Bung Karno di Bekas Penjara Banceuy, Bandung, Jawa Barat. Selasa, 31 Mei 2016. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Presiden Joko Widodo menapak tilas ke situs bekas penjara Banceuy, Kota Bandung. Di penjara tersebut, Bung Karno pernah dipenjara oleh pihak Belanda. Kegiatan itu dilakukan setelah Jokowi memimpin peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Rabu, 1 Juni 2016.

    Bersama mantan presiden Megawati Soekarnoputri, Jokowi berjalan kaki dari gedung Merdeka ke situs penjara Banceuy, yang berjarak sekitar 300 meter.

    Tiba di penjara tempat Sukarno menulis pleidoi berjudul Indonesia Menggugat itu, Jokowi, Megawati, dan Puan Maharani langsung masuk ke sel Bung Karno. Kurang lebih 5 menit Jokowi berada di ruang tahanan berukuran 2 x 5 meter itu.

    BacaPresiden Jokowi Putuskan 1 Juni Hari Lahir Pancasila

    Jokowi juga menengok patung Sukarno berpikir yang terbuat dari perak. Patung tersebut dibuat pada 2015, bersamaan dengan revitalisasi situs penjara itu oleh Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Total hanya 10 menit Jokowi beserta rombongan berada di situs penjara Banceuy. Ratusan warga berdesak-desakan untuk melihat presiden dari dekat. Selain memimpin peringatan Hari Pidato Sukarno 1 Juni 1945, Jokowi juga meresmikan hari kelahiran Pancasila setiap 1 Juni. "Dengan mengucap syukur, mengucap bismillah, keputusan Presiden, 1 Juni ditetapkan, diliburkan, dan diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila," ucap Presiden dalam pidatonya. 

    IQBAL T. LAZUARDI S



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.