HUT Ke-723, Ini PR Kota Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu kota provinsi Jawa Timur Surabaya, berada di posisi keempat dengan 29,880 kali berhenti-jalan dalam kemacetan setiap tahun. ANTARA

    Ibu kota provinsi Jawa Timur Surabaya, berada di posisi keempat dengan 29,880 kali berhenti-jalan dalam kemacetan setiap tahun. ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya - Dewan Perwakilan Rakyat Kota Surabaya berharap Pemerintah Kota Surabaya segera menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah pada usianya yang ke-723. Pekerjaan rumah itu menyangkut sistem pemerintahan dan infrastruktur Pemkot Surabaya.

    Ketua Komisi A DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto mengatakan proyek angkutan massal menjadi persoalan yang harus segera direalisasi. Sebab, proyek ini sudah digadang-gadang sejak lama dan saat ini belum terealisasi.

    "Mana buktinya? Ini harus segera terealisasi supaya tidak ada kemacetan di Surabaya," ucap Herlina kepada Tempo di ruangannya, Rabu, 1 Juni 2016.

    Herlina menjelaskan, kemacetan di beberapa titik terjadi akibat tenaga kerja dari luar Surabaya, seperti Sidoarjo dan Gresik. Masuknya tenaga kerja dari luar daerah ke Surabaya itu membuat akses jalan dari Sidoarjo dan Gresik menuju Surabaya mengalami macet pada waktu-waktu tertentu.

    Dari segi pemerintahan, ujar Herlina, perlu ada penataan ulang di kalangan birokrat yang dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini. Politikus Partai Demokrat ini mencontohkan, ada camat yang sudah memimpin selama sembilan tahun dan tidak diganti. "Ini harus dilakukan untuk memperbaiki kinerja Pemkot Surabaya," ujarnya.

    Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vencensius Awey, menuturkan wajah Kota Surabaya sudah lebih hijau dan bersih saat ini. Dia mengapresiasi Pemkot Surabaya atas hal itu. Namun masih ada pekerjaan rumah yang harus dirampungkan sesegera mungkin terkait dengan peningkatan volume kendaraan.

    Menurut dia, yang diperlukan adalah upaya penambahan kapasitas ruas jalan, seperti halnya JLLB, JLLT, MERR II-C, frontage road, dan underpass Bundaran Satelit. "Tentu ini solusi untuk memecah kemacetan," katanya.

    Awey juga menjelaskan, Pemkot Surabaya memiliki aset bernilai dan potensial berupa bangunan-bangunan tua yang mempunyai nilai heroik dan historis. Sayangnya, upaya penyelamatan bangunan tersebut berikut pengelolaannya guna mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat kota belum tersentuh dengan baik.

    Pemkot masih belum tahu cara mengelolanya agar dapat mendatangkan nilai ekonomis. "Nah, ini juga harus segera diperhatikan," ucapnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.