Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Aneh, Diberi Nama, Mendadak Perut Bayi Ini Mengeras, Lalu...  

image-gnews
Bayi berumur 10 bulan, bernama Pelangi Jingga, ususnya terburai, hanya dirawat orang tuanya di rumah kontrakannya karena tak ada biaya. TEMPO/Darma Wijaya
Bayi berumur 10 bulan, bernama Pelangi Jingga, ususnya terburai, hanya dirawat orang tuanya di rumah kontrakannya karena tak ada biaya. TEMPO/Darma Wijaya
Iklan

TEMPO.CO, Serang - Pelangi Jingga, bayi 10 bulan dengan usus terburai keluar, anak pasangan Eman dan Nani, asal Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, pada Selasa, 31 Mei 2016, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Banten untuk menjalani perawatan intensif.

Menurut Nani, kondisi usus terburai sudah dialami bayi mungil ini sejak dua bulan lalu. Ketika dilahirkan, kata Nani, tubuh Pelangi normal dan sehat. Keanehan muncul ketika sang bayi diberi nama. Badan Pelangi mengalami panas tinggi. Selain itu, perutnya membesar dan mengeras. "Habis dikasih nama, malamnya (perutnya) keras kayak batu," ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, oleh orang tuanya, Pelangi dibawa ke bidan. Namun pihak bidan angkat tangan. Kemudian Pelangi dibawa ke RSUD Banten. Karena terdapat kelainan pada usus Pelangi, pihak dokter menyarankan dilakukan operasi. Dua kali dilakukan operasi, terjadi kebocoran pada bekas operasi. Jadi pihak dokter menyarankan ususnya dikeluarkan.

Tapi Eman, yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan dan juru parkir ini, tidak mampu membiayai perawatan dan pengobatan anaknya. Eman harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah ketika harus menebus obat. "Kerjanya serabutan gitu. Untuk makan saja susah," ujar Nani. "Sampai ada tiga (resep) yang tidak tertebus," tutur Nani.

Lantas pihak keluarga memutuskan merawat Pelangi di rumah kontrakannya.

Pelangi sendiri tidak ter-cover oleh asuransi BPJS Kesehatan. Untuk menjalani operasi yang sudah dua kali dilakukan, pihak keluarga hanya mengandalkan surat keterangan tidak mampu bagi masyarakat miskin.

Menurut Ketua RT 05 RW 13, Kelurahan Cipare, Tengku Abdurahman, pengurus RT sudah berusaha mengurus asuransi BPJS untuk Pelangi. Namun pengurus RT angkat tangan lantaran prosedurnya yang berbelit-belit.

Syukurlah, Selasa, 31 Mei 2016, Pelangi Jingga dirujuk ke RSUD Banten untuk menjalani perawatan. Terkait dengan biaya pengobatan selama di rumah sakit, Direktur RSUD Banten Dwi Hesti Hendarti menuturkan pihaknya menjamin semua biaya perawatan dan pengobatan Pelangi Jingga selama orang tua Pelangi menggunakan surat keterangan tidak mampu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sementara itu, terkait dengan adanya dugaan malpraktek atau kesalahan prosedur operasi yang dilakukan pihak rumah sakit hingga mengakibatkan usus Pelangi terburai keluar pascaoperasi, pihak rumah sakit membantahnya. Menurut Dwi Hesti, saat dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya, kondisi perut Pelangi sudah mengeras sehingga harus dioperasi.

Pihak rumah sakit menyalahkan orang tua Pelangi yang tidak melakukan kontrol setiap sebulan sekali sebelum dilakukan operasi penyempurnaan.

"Bayi itu seharusnya sudah kontrol beberapa bulan lalu, tapi belum kontrol," kata Dwi Hesti. "Jadi bukan salah kami. Teman-teman sudah merawat begitu bayi itu datang. Dia tidak lahir di sini dan sudah dioperasi. Tapi giliran harus kontrol beberapa bulan lalu, dia enggak hadir."

Adapun mengenai usus yang terburai keluar, Dwi Hesti berujar, "Memang dari lahir sudah ada kelainan, sehingga harus ada operasi." Dia juga menuturkan, setelah dilakukan operasi, kondisi bayi belum sempurna. Untuk itu, harus ada tindakan lagi. "Tapi bayinya tidak kontrol."

Kini Pelangi menunggu dioperasi setelah kondisinya lebih baik. Sebab, oleh dokter, Pelangi juga didiagnosis menderita gizi buruk. Sementara itu, untuk asuransi BPJS Kesehatan, ujar Eman, sedang diurus ketua RT setempat.

DARMA WIJAYA | NF


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Inilah Ciri-ciri Hewan Kurban yang Sedang Sakit

33 hari lalu

PT Permodalan Nasional Madani atau PNM, dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, menyalurkan hewan kurban di berbagai titik 3T di Indonesia. Diantaranya di Aceh, Palembang, Lampung, Garut, Serang, Banjarmasin, Purwokerto, Solo, Mataram, dan Makassar.
Inilah Ciri-ciri Hewan Kurban yang Sedang Sakit

Hewan kurban harus memenuhi beberapa syarat, salah satunya tidak sakit. Berikut ciri-ciri hewan kurban yang sedang sakit.


Inilah Bahaya Hewan Kurban yang Disembelih dalam Keadaan Sakit

33 hari lalu

Dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1445 H, sebanyak 2.458 hewan kurban dibagikan bagi masyarakat tidak mampu yang tersebar di seluruh Indonesia.
Inilah Bahaya Hewan Kurban yang Disembelih dalam Keadaan Sakit

Menyembelih hewan kurban yang sedang sakit dapat membawa berbagai risiko, baik dari segi kesehatan manusia, maupun lingkungan.


Marion Jola Rayakan Ulang Tahun di Rumah Sakit: Beda tapi Tetap Dipenuhi Cinta

37 hari lalu

Marion Jola merayakan ulang tahun ke-24 di rumah sakit, Rabu, 12 Juni 2024. Foto: Instagram/@lalamarionmj
Marion Jola Rayakan Ulang Tahun di Rumah Sakit: Beda tapi Tetap Dipenuhi Cinta

Marion Jola merayakan ulang tahun ke-24 di rumah sakit. Walaupun jauh dari keluarga, dia tetap bersyukur karena tidak sendirian.


Lagi, Pembocor Kasus Boeing Mendadak Meninggal Dunia

2 Mei 2024

Badan pesawat Alaska Airlines Penerbangan 1282 Boeing 737-9 MAX, yang terpaksa melakukan pendaratan darurat dengan celah di badan pesawat, terlihat selama penyelidikan oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) di Portland, Oregon, AS. 7 Januari 2024. NTSB/Handout melalui REUTER
Lagi, Pembocor Kasus Boeing Mendadak Meninggal Dunia

Seorang pelapor yang menuduh pemasok Boeing mengabaikan cacat produksi 737 MAX telah meninggal dunia


Kesaksian Tetangga, Tersangka Pabrik Ekstasi Jaringan Fredy Pratama Huni Rumah Berdalih untuk Orang Sakit

9 April 2024

Penampakan rumah yang dijadikan pabrik ekstasi di Perumahan Taman Sunter Agung B6, Tanjung Priok, Jakarta Utara, 8 April 2024. Polisi menggerebek pabrik ekstasi yang masuk jaringan narkoba internasional Fredy Pratama. TEMPO/Han Revanda Putra.
Kesaksian Tetangga, Tersangka Pabrik Ekstasi Jaringan Fredy Pratama Huni Rumah Berdalih untuk Orang Sakit

Tetangga rumah yang dijadikan markas pabrik ekstasi jaringan Fredy Pratama menceritakan kesaksiannya tentang rumah bernomor B6 itu.


Alergi Bisa Picu Anak Sering Sakit, Ini Kata Guru Besar FK Unair

20 Maret 2024

Ilustrasi anak alergi. communitytable.parade.com
Alergi Bisa Picu Anak Sering Sakit, Ini Kata Guru Besar FK Unair

Guru Besar FK Unair mengatakan anak sering jatuh sakit bisa jadi karena alergi terhadap sesuatu yang belum diketahui orang tua.


108 Daftar Obat Penurun Demam yang Aman Versi BPOM

18 Februari 2024

Demam biasanya menjadi pertanda atas respons tubuh dalam menghadapi suatu penyakit. Berikut daftar obat demam yang aman versi BPOM. Foto: Canva
108 Daftar Obat Penurun Demam yang Aman Versi BPOM

Demam biasanya menjadi pertanda atas respons tubuh dalam menghadapi suatu penyakit. Berikut daftar obat demam yang aman versi BPOM.


Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Dijadwalkan Bebas Hari Ini

18 Februari 2024

Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, memberi isyarat di bandara Don Mueang di Bangkok, Thailand 22 Agustus 2023. REUTERS/Athit Perawongmetha
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Dijadwalkan Bebas Hari Ini

Meskipun diberikan pembebasan bersyarat, eks PM Thailand Thaksin Shinawatra bisa menghadapi masalah hukum atas tuduhan menghina monarki pada 2015.


Ratusan Petugas KPPS Kota Bekasi Jatuh Sakit Usai Pencoblosan, 3 Orang Dirawat di RS

17 Februari 2024

Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menunjukkan surat suara pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di TPS 02 Desa Kanekes, Lebak, Banten, Rabu, 14 Februari 2024. Dilarangnya penggunaan listrik di wilayah adat Suku Badui tersebut membuat perhitungan surat suara Pemilu 2024 pada malam hari hanya menggunakan senter. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Ratusan Petugas KPPS Kota Bekasi Jatuh Sakit Usai Pencoblosan, 3 Orang Dirawat di RS

Ratusan petugas KPPS Kota Bekasi kelelahan sehingga jatuh sakit usai pencoblosan Pemilu 2024. inas Kesehatan mencatat ada 136 petugas KPPS yang sakit.


Perhatikan 4 Hal Berikut saat Anak Sakit

31 Januari 2024

Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com
Perhatikan 4 Hal Berikut saat Anak Sakit

Ada empat hal yang harus diperhatikan ketika anak sakit. Berikut penjelasan dokter anak.