Tuduh Ribka Tjiptaning Komunis, Dandim Sukabumi Minta Maaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribka Tjiptaning Proletariyati. TEMPO/Amston Probel

    Ribka Tjiptaning Proletariyati. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Kav Guruh Prabowo Wirayadi meminta maaf kepada PDI Perjuangan karena menuding Ribka Tjiptaning komunis.

    "Tidak ada niat sedikit pun menyinggung pribadi atau kelompok mengenai statement itu. Saya tidak menyadari statement tersebut menjadi kegelisahan kawan-kawan PDIP dan masyarakat Sukabumi. ini adalah kesalahan pribadi saya," kata Guruh Prabowo di Markas Kodim 0622, Kabupaten Sukabumi.

    Menanggapi tuduhan tersebut, Ribka mengaku resah isu komunisme kembali diangkat militer dan kelompok-kelompok pendukung Orde Baru. "Ini sudah meresahkan dan menghambat proses demokrasi yang sedang bergulir," ucapnya.

    Sebelumnya, Guruh Prabowo menuduh Ribka, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan Sukabumi, komunis. Pernyataan itu disampaikan Guruh dalam acara Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri pada 13 Mei 2016.

    Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi M. Zainudin bersama 20 orang delegasi meminta Guruh meminta maaf kepada Ribka dan seluruh jajaran serta pengurus PDI Perjuangan.

    Menurut Zainuddin, Ribka dan PDI Perjuangan sama sekali tidak memiliki kaitan dengan komunis atau marxis. Kalaupun ada buku Aku Bangga Jadi Anak PKI, itu hanya menggambarkan otobiografi Ribka  dalam perjuangan hidupnya sampai sukses menjadi dokter dan anggota DPR.

    "PDI Perjuangan selalu membuat program-program kerakyatan, meski sedang reses. Melakukan kegiatan program kerakyatan itu bukan berarti menyebarkan marxisme dan komunisme," katanya melalui siaran pers yang diterima Tempo, Senin, 30 Mei 2016.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?