Video 22 Menit Ini Bisa Cegah Eksploitasi PRT di ASEAN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) memegang poster saat menggelar unjuk rasa didepan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, 24 Maret 2015. Mereka mendesak DPR untuk mengesahkan UU PRT dan ratifikasi konvensi ILO 189 kerja layak PRT. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) memegang poster saat menggelar unjuk rasa didepan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, 24 Maret 2015. Mereka mendesak DPR untuk mengesahkan UU PRT dan ratifikasi konvensi ILO 189 kerja layak PRT. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasai Internasional untuk Migrasi (IOM) bekerja sama dengan U.S. Agency for International Development (USAID) Ahad 29 Mei 2016  meluncurkan video Open Doors: An IOM X Production. Video ini bertujuan untuk mencegah eksploitasi terhadap pekerja rumah tangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

    “Video berdurasi 22 menit ini membawa pesan kepada pengguna jasa bahwa hubungan positif dengan pekerja rumah tangga yang didasari rasa saling percaya dan komunikasi yang baik dapat menciptakan rumah yang nyaman (happy home),” ungkap Tara Dermott, Program Leader, IOM X dalam keterangan tertulis Senin 30 Mei 2016.

    IOM X adalah kampanye inovatif IOM untuk mendorong migrasi yang aman serta gerakan masyarakat dalam menghentikan eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang. IOM adalah organisasi antar-pemerintah terkemuka dalam bidang migrasi.

    Berita Menarik: Aktivis Anggap Perpu Hukum Kebiri Memalukan

    Video ini menceritakan kisah tiga keluarga di ASEAN yang memiliki PRT asal Indonesia, Filipina dan Myanmar. Berdasarkan data, dari 52 juta PRT di dunia, sekitar 41 persen berada di Asia Pasifik. Diperkirakan 1,9 juta PRT di Asia Pasifik mengalami eksploitasi.

    Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Muhammad Anshor menyebutkan, jutaan perempuan bermigrasi ke kawasan Asia Pasifik untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga, termasuk dari Indonesia. Untuk itu, sejalan dengan semangat Protokol Palermo, kewajiban bagi setiap pemerintah di kawasan untuk bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencegah PRT  menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

    "Saya menyambut baik semua inisitiaf, seperti Open Doors IOM X, yang merupakan kampanye inovatif untuk mendorong migrasi aman dan aksi publik dalam menghentikan eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang,” ungkap Anshor.

    Baca: Kasus Kopi Maut: Residu Racun dan Misteri Celana Jessica  

    Anshor menambahkan pemerintah Indonesia terus bekerja keras meningkatkan perlindungan para pekerjanya, termasuk para PRT  yang bekerja di dalam maupun luar negeri. Jutaan pekerja sektor domestik di dunia rentan terhadap eksploitasi dan perdagangan manusia.  Hal ini sangat menjadi perhatian negara-negara anggota ILO, termasuk Indonesia untuk ditangani secara fair dan save.

    SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.