Pengurus Baru DPP Partai Golkar Dinamai Akselerasi Kerja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengibarkan bendera partai saat penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto memilih Idrus Marham tetap sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengibarkan bendera partai saat penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto memilih Idrus Marham tetap sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menamakan pengurus DPP Partai Golkar periode 2016-2019 ini dengan sebutan Kepengurusan Akselerasi Kerja. Menurut dia, nama tersebut menjadi isyarat perlunya percepatan dalam menghadapi tahun-tahun politik pada waktu mendatang.

    "Periode kepengurusan cukup pendek, tinggal tiga tahun lagi," ujarnya di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin, 30 Mei 2016. Ia menambahkan, sementara agenda politik sudah membentang, ada pilkada 2017, 2018, dan Pemilu 2019, serta pileg dan pilpres.

    Setya menuturkan, untuk menghadapi hal itu, diperlukan percepatan kaderisasi dan konsolidasi yang masif. Hal itu, kata Setya, bertujuan untuk transformasi modern bagi kejayaan Partai Golkar.

    Untuk merealisasi kejayaan tersebut, Setya menuturkan akan mewujudkannya dengan lebih banyak bekerja nyata. Bahkan, dalam 100 hari mendatang, ia akan pergi mengunjungi dewan pengurus wilayah maupun daerah di 34 provinsi.

    "Kami ingin kerja, kerja, kerja, dalam 100 hari mendatang. Saya akan mengunjungi daerah dalam menghadapi Lebaran sekaligus konsolidasi menghadapi tahun politik," ucapnya.

    Setya menjelaskan, kunjungan itu juga dimaksudkan untuk inventarisasi calon kepala daerah yang potensial untuk perhelatan dalam pilkada mendatang. "Saya mohon doa supaya kepengurusan dapat menjalankan amanah," ujarnya.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.