Ditanya Soal Bursa Calon Kapolri, Kalla: Makasih Banyak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, 11 Mei 2016. Musrenbangnas bertujuan memacu pembangunan infrastruktur dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, 11 Mei 2016. Musrenbangnas bertujuan memacu pembangunan infrastruktur dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla hingga kini enggan mengomentari bursa calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Sudah beberapa kali pertanyaan seputar Kepala Polri dilemparkan wartawan, tapi tetap tak mendapat respons dari Kalla. Begitu juga reaksinya seusai bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Kazuo Sunaga.

    Saat ditanya perkembangan pembahasan calon Kapolri, Kalla hanya tersenyum dan mengangkat kedua tangannya. Ketika ditanya apakah Komisaris Jenderal Budi Waseso masuk radar calon Kapolri, ia hanya menjawab, "Makasih banyak."

    Respons serupa juga terjadi saat dimintai komentar mengenai calon pengurus Partai Golkar. Kalla mengatakan awak media diminta langsung menanyakan soal Golkar ke pengurus. "Tanya Golkar lah," kata dia setelah memberi sambutan dalam acara Sujud Syukur Pesantren Modern Gontor di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, 29 Mei 2016.

    Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti bakal memasuki masa pensiun pada 24 Juli mendatang. Berdasarkan Pasal 30 ayat (2) Undang-Undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002, usia pensiun maksimum anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah 58 tahun. Dalam pasal tersebut dijelaskan, bagi anggota yang memiliki keahlian khusus dan sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian, posisi itu dapat dipertahankan hingga berumur 60 tahun.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.